Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah 88 yang Diblokir, Perburuan Rekening FPI Belum Usai!

Sudah ada 88 rekening yang diblokir. Rekening tersebut meliputi rekening organisasi dan pihak yang terkait FPI.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  15:40 WIB
Sudah 88 yang Diblokir, Perburuan Rekening FPI Belum Usai!
Front Pembela Islam (FPI) - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus menelusuri rekening milik Front Pembela Islam (FPI).

Ketua PPATK Dian Ediana Rae menyatakan hingga Selasa (12/1/2021), sudah ada 88 rekening yang diblokir. Rekening tersebut meliputi rekening organisasi dan pihak yang terkait FPI.

"Rekening yang diblokir sementara ini berjumlah 88 yang meliputi rekening organisasi dan pihak terkait lainnya," kata Dian kepada Bisnis, Selasa (12/1/2021).

Kendati demikian, kata Dian, annalisis dan pemeriksaan yang dilakukan PPATK terkait rekening FPI ini masih belum selesai. 

Menurutnya, analisis dan pemeriksaan tidak bisa berjalan cepat. Hanya saja, dia mengatakan pihaknya memiliki orosedur dan tahapan yang harus diikuti.

"Analisis dan pemeriksaan tidak bisa berjalan cepat, kita sudah ada prosedur dan tahapan yang harus kita ikuti, kita harus hati-hati dan komprehensif supaya hasilnya benar-benar akurat dengan melihat fakta-fakta aliran dana," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar membenarkan adanya pemblokiran Rizieq Syihab dan keluarga oleh Bank Syariah Mandiri. Pemblokiran disebut terjadi pada Rabu minggu lalu, 6 Januari 2021.

"Iya, termasuk (rekening) anak-anak beliau," kata Aziz saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 10 Januari 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk rekening fpi
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top