Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Was-was Penyebaran Varian Baru Covid-19, Menkes BGS Lakukan Hal Ini

Penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat ditambah dengan kemunculan strain baru virus SARS CoV-2 yang muncul di Inggris, perlu adanya peningkatan kewaspadaan dan deteksi terhadap strain virus tersebut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  14:20 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.  - Kementerian BUMN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. - Kementerian BUMN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kapasitas deteksi untuk mengantisipasi penyebaran strain baru Covid-19.

Peningkatan deteksi itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) terkait Surveilans Genom Virus SARS-CoV-2.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan danya penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat dan telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia, ditambah dengan kemunculan strain baru virus SARS CoV-2 yang muncul di Inggris, perlu adanya peningkatan kewaspadaan dan deteksi terhadap strain virus tersebut.

Genom virus dipantau untuk mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan, dan pelacakan kasus, sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penanggulangan Covid-19, serta untuk koordinasi di tingkat nasional dan global.

“Diharapkan dengan adanya kerja sama antara Kemenkes dan Kemenristek/BRIN dapat mendorong terwujudnya percepatan penyelenggaraan surveilans genom virus SARS CoV-2, melalui kemitraan yang sinergis, kolaboratif, suportif, dan berkesinambungan,” kata Budi, mengutip keterangan resmi Kemenkes Sabtu (9/1/2021).

Budi mengatakan, yang memiliki kemampuan untuk membangun sistem pertahanan terhadap virus Covid-19 adalah Kemenkes dan Kemenristek/BRIN, dan harus terkoordinasi. Hal tersebut yang mendasari muncul nya ide kerja sama antara Kemenkes dan Kemenristek/BRIN.

“Proses tanda tangan ini adalah awal dan harus ditindaklanjuti, kita harus menjalin semua lab yang bisa melakukan genome sequencing process, yang mampu melaksanakan deteksi dini terhadap virus baik itu lab yang ada di Kemenkes atau lab yang ada di Kemenristek yang tersebar di seluruh perguruan tinggi,” katanya.

Dengan adanya kerja sama ini, akan terwujud sistem surveilans genom virus SARS CoV-2 di Indonesia yang sangat dibutuhkan dalam pencegahan dan mempercepat penanggulangan Covid-19.

Hingga saat ini, Indonesia telah melakukan sekuensing sebanyak 190 virus SARS CoV-2 dan belum diketemukan varian B117.

Adapun, ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi penyelenggaraan surveilans genom virus SARS CoV-2 yang paling sedikit terdiri atas pemeriksaan dan analisis sekuen genom virus SARS CoV-2, verifikasi hasil sekuensing, monitoring dan evaluasi, pengelolaan dan pemanfaatan big data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan bersama sumber daya, pelaporan hasil, dan rekomendasi kebijakan.

Dengan adanya kerja sama ini, ke depanya diharapkan bisa melakukan surveilans terhadap virus SARS-CoV-2 yang bererdar di Indonesia sebanyak-banyaknya.

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro menambahkan, perlu upaya lebih dalam memahami karakteristik virus termasuk SARS CoV-2 yang dalam ilmu kedokteran disebut ilmu genomik.

“Untuk bisa lebih memahami tidak hanya karakter virus Covid-19 tapi juga mutasi yang rupanya mulai banyak terjadi, maka Kementerian Kesehatan dan Kemenristek/BRIN sepakat untuk melakukan genomik surveilans,” ujar Bambang.

Sebagai pelaksana kegiatan surveilans genom Virus SARS-COV-2, Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) menugaskan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang nantinya juga akan melibatkan laboratorium yang ada di Perguruan Tinggi maupun LPNK di bawah koordinasi Kemristek/BRIN.

Nantinya, hasil surveilans genom SARS-CoV-2 yang diperoleh secara berkala atau mendekati “real-time” akan memungkinkan Indonesia melakukan prediksi, dan mengambil tindakan pencegahan, penanganan, serta pelaporan yang cepat dan tepat, yang sangat diperlukan dalam upaya pengendalian pandemi ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin kemenkes Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top