Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lava Pijar Merapi Terus Menyembur, BPPTKG: Bahaya

Jika terjadi ledakan eksplosif, maka awan panas dari Gunung Merapi dapat menyebar maksimal hingga 5 kilometer.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  00:42 WIB
Lava pijar Gunung Merapi terus keluar. - Dok. BPPTKG
Lava pijar Gunung Merapi terus keluar. - Dok. BPPTKG

Bisnis.com, JAKARTA - Lava Pijar Merapi tercatat terus muncul dalam sepekan terakhir.

Salah satu netizen dengan akun @OysteinVolcano melaporkan pada hari ini, pukul 23:32 WIB melihat lava pijar kembali dimuntahkan oleh Merapi.

"Merapi memuntahkan lava baru saja ke sisi barat daya, pukul 23:32 waktu setempat. 8 Januari [2021]," kicaunya.

Dengan pantauan ini, maka sejak awal tahun Merapi tercatat terus memuntahkan lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan sepanjang periode 1-7 Januari 2021 teramati terjadi 19 kali guguran lava pijar.

"Dengan jarak luncur 800 meter ke hulu Kali Krasak," tulis akun resmi BPPTKG, Jumat (8/1/2021).

Lembaga resmi pemerintah di bawah Kementerian ESDM itu mencatat berdasarkan analisis morfologi data 7 Januari 2021 dengan 24 Desember 2020, terjadi perubahan area puncak karena aktivitas guguran lava.

"Dan adanya kubah lava baru," tulisnya.

Dengan kondisi ini, maka pemerintah masuh menetapkan merapi dalam status Siaga. Utamanya dikarenakan aktivitas merapi yang masih tinggi.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava," tulis kesimpulan BPPTKG.

Selain itu, aktifnya merapi juga mengandung potensi lontaran material vulkanik bisa terjadi letusan eksplosif. Kondisi ini jika terjadi dapat membawa awan panas hingga sejauh maksimal 5 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi Kawah Merapi
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top