Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanpa Perayaan, Inggris Resmi Berpisah dari Uni Eropa Hari Ini

Inggris akhirnya resmi meninggalkan Uni Eropa mulai hari ini tanpa perayaan di tengah kondisi memprihatinkan akibat serangan wabah Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  14:12 WIB
Tanpa Perayaan, Inggris Resmi Berpisah dari Uni Eropa Hari Ini
Ilustrasi brexit - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah Empat tahun, 27 minggu dan dua hari hasil referendum dan perdebatan yang memutuskan pemisahan diri, Inggris akhirnya resmi meninggalkan Uni Eropa mulai hari ini tanpa perayaan di tengah kondisi memprihatinkan akibat serangan wabah Covid-19.

Dalam pesan tahun baru yang terlihat suram, PM Boris Johnson tidak  banyak  berkomentar soal Brexit atau pemisahan diri dari Uni Eropa (UE). Dia terlihat lebih fokus membicarakan soal wabah Covid-19 dan apa yang dia sebut "kegelapan tahun 2020" seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (1/1/2021).

Pada saat mayoritas warga Inggris tunduk pada pembatasan yang ketat dan rumah sakit memperingatkan krisis virus corona musim dingin yang akan mengancam dalam beberapa minggu ke depan, lonceng Big Ben juga tidak berdentang seperti biasanya. 

Jam yang menjadi ikon kota London itu untuk sementara tengah mengalami pekerjaan restorasi di tengah sepinya malam tahun baru. Tahun baru 2021 adalah momen penting bagi Brexit meski Inggris secara resmi meninggalkan UE pada akhir Januari 2020. 

Hanya saja ada masa masa transisi sekitar satu tahun sehingga kerajaan tersebut benar-benar tidak lagi terikat pasar tunggal dan penyatuan kepabeanan mulai hari ini.

Sejak Jumat pagi, individu dan bisnis baik di Inggris maupun di luar Inggris menghadapi serangkaian birokrasi baru yang merepotkan. 

Sebagian besar masih  bermasalah  mulai dari urusan perjalanan, tempat tinggal, pekerjaan dan pariwisata, hingga pasokan barang dan jasa.Kekhawatiran pemerintah yang cukup besar tetap terfokus pada situasi di pelabuhan Channel di Kent, terutama setelah terjadi penundaan terkait pergerakan truk akibat penularan varian baru wabah Covid-19  pada awal Desember. 

Hal itu membuat ribuan truk mundur dan kembali ke sebuah lapangan terbang yang tidak digunakan sebagai salah satu dari 10 lokasi yang disiapkan untuk kemungkinan gangguan yang disebabkan Brexit.

Momen Brexit juga berlalu tanpa upacara di Dover. Kota itu menjadi seperti kota mati akibat wabah Covid-19 yang membuatnya  kosong dari perayaan Tahun Baru. 

Saat mendekati pukul 11 malam, sejumlah truk mencoba melewati jalur itu sebelum batasan perdagangan baru berlaku mulai tahun baru. Disambut oleh dua petugas polisi, mereka diberi tahu bahwa feri terakhir telah berangkat pada pukul  9 malam menuju Prancis.

Mereka harus memiliki bukti uji Covid-19 dalam 72 jam terakhir untuk dapat  masuk ke sebuah area parkir truk di pelabuhan tempat mereka bisa tidur semalaman sebelum menaiki kapal feri pukul 07:40 pagi, pelayaran pertama dari Dover di bawah aturan perdagangan Brexit yang baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top