Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Gelombang Infeksi Covid-19 Baru, Thailand Perketat Langkah Pembatasan

Pemerintah kota Bangkok memerintahkan tempat olahraga dan hiburan ditutup sejak Selasa (29/12/2020) hingga 4 Januari mendatang, dan kemungkinan dapat diperpanjang jika situasi tidak membaik dalam satu minggu ke depan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  15:11 WIB
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Thailand memberlakukan pengetatan langkah-langkah pembatasan guna menahan risiko infeksi virus corona menjelang liburan Tahun Baru 2021.

Dilansir Bloomberg, ibu kota Thailand, Bangkok, memerintahkan tempat olahraga dan hiburan ditutup sejak Selasa (29/12/2020) hingga 4 Januari mendatang, dan kemungkinan dapat diperpanjang jika situasi tidak membaik dalam satu minggu ke depan.

Sementara itu, provinsi Tak yang berbatasan dengan Myanmar dan hotspot virus di Thailand, Samut Sakhon dan Rayong, juga memberlakukan pembatasan serupa untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Gelombang infeksi terbaru, yang dimulai setelah penjual makanan laut dinyatakan positif Covid-19 dua minggu lalu, kini telah menyebar ke sekitar 60 persen dari 77 provinsi di Thailand.

Pemerintah sejauh ini menahan diri untuk tidak memberlakukan lockdown yang luas tetapi mengizinkan setiap otoritas provinsi untuk menetapkan tindakan sendiri berdasarkan risiko infeksi.

Thailand, negara pertama di luar China yang melaporkan virus corona, telah mampu mengendalikan wabah dengan relatif baik, dan bertaruh pada kebangkitan industri pariwisata untuk menarik ekonomi keluar dari resesi.

Tetapi gelombang infeksi terbaru telah menambahkan lebih dari 2.000 kasus dalam 10 hari terakhir, atau mencapai sekitar 30 persen dari total kasus di negara tersebut.

“Ada lonjakan besar infeksi baru yang terdeteksi di provinsi Rayong, Chonburi, Chantaburi, dan Samut Prakarn,” kata juru bicara pusat tanggap Covid-19 nasional, Taweesilp Witsanuyotin, pada konferensi online Selasa (29/12), seperti dikutip Bloomberg.

Ia mengatakan. sebanyak 45 provinsi telah melaporkan adanya penularan virus corona secara lokal.

Thira Woratanarat, pakar kesehatan masyarakat dan profesor di Fakultas kedokteran Universitas Chulalongkorn mengatakan Pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha harus memilih antara kenaikan pengeluaran selama perayaan Tahun Baru dan risiko kerusakan jangka panjang pada ekonomi karena wabah yang tidak terkendali

“Orang juga harus memutuskan antara mengadakan pesta dan mengambil risiko menyebarkan virus,” katanya.

Infeksi sebagian besar terdeteksi di antara orang-orang yang bekerja di pasar makanan laut, banyak di antaranya adalah pekerja migran dan melakukan kontak dekat dari kasus yang dikonfirmasi sebelumnya.

Sebagian besar kasus baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke pusat makanan laut di provinsi Samut Sakhon, tetapi risiko infeksi yang menyebar ke luar kelompok utama tetap ada karena lebih banyak orang bepergian ke seluruh negara selama liburan.

Taweesilp mengatakan kasus baru di Thailand dapat melonjak hingga 18.000 per hari pada Januari jika tidak ada tindakan pengendalian yang diterapkan. Pemerintah mungkin mengungkap langkah-langkah yang lebih ketat minggu depan jika situasinya memburuk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top