Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sidney, Jakarta, dan Dubai Bakal Saksikan Kembang Api Tahun Baru dari Rumah

Tiga kota ini dipastikan tidak akan mengadakan pesta tahun baru di tempat umum seiring dengan naiknya jumlah penderita Covid-19.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  15:00 WIB
Sejumlah orang pada 20 Maret 2020 berjalan di Circular Quay di Sydney melewati kafe-kafe yang kosong akibat lockdown yang diberlakukan untuk membendung penularan virus corona jenis Covid-19. - Bloomberg
Sejumlah orang pada 20 Maret 2020 berjalan di Circular Quay di Sydney melewati kafe-kafe yang kosong akibat lockdown yang diberlakukan untuk membendung penularan virus corona jenis Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak hanya Jakarta yang melarang pesta pergantian tahun baru, beberapa kota di dunia juga melarang warganya merayakan selebrasi ini di publik atau bahkan pesta pribadi. 

Komite Tertinggi Dubai untuk Krisis dan Manajemen Bencana melarang keluarga mengadakan pesta pribadi Tahun Baru dan pertemuan sosial lebih dari 30 orang, dikutip Emirates News Agency (WAM).

Siapapun yang menyelenggarakan acara yang melanggar keputusan akan didenda lima puluh ribu dirham (US$13.000). Setiap peserta juga akan didenda lima belas ribu dirham (US$ 4.000).

Panitia menegaskan bahwa inspeksi akan dilakukan untuk memastikan kepatuhan. Panitia juga menambahkan bahwa area seluas empat meter persegi harus didedikasikan untuk setiap orang dari area umum tempat itu.

Sydney, salah satu kota besar pertama di dunia yang menyambut setiap Tahun Baru dengan pertunjukan kembang api di atas Opera House yang terkenal, juga melarang pertemuan besar di tengah pandemi Covid-19.

Warga diimbau untuk menyaksikan pertunjukan kembang api dari rumah masing-masing. Kebangkitan Covid-19 pertengahan Desember di pinggiran kota Pantai Utara kota telah berkembang menjadi 125 kasus setelah lima infeksi baru dicatat pada hari ini, Senin (28/12/2020).

Sekitar seperempat juta orang di sana harus tetap terkunci ketat hingga 9 Januari 2021. Lonjakan kasus juga telah menyebabkan pembatasan lebih lanjut untuk malam tahun baru.

Perdana Menteri New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian melarang kebanyakan orang datang ke pusat kota Sydney malam tahun baru nanti dan membatasi pertemuan di luar ruangan hingga 50 orang.

"Kami tidak ingin membuat acara yang sangat menyebar pada Malam Tahun Baru, yang kemudian menghancurkannya untuk semua orang di seluruh negara bagian," kata Berejiklian dilansir Channel News Asia.

Dia menambahkan bahwa menonton kembang api dari rumah adalah cara paling aman untuk menikmati sajian tersebut.

"Pada Malam Tahun Baru, kami sama sekali tidak ingin ada kerumunan orang di tepi pantai di sekitar Sydney," katanya.

Hanya penduduk dengan izin tempat perhotelan di pusat kota yang akan diizinkan berada di sana pada Malam Tahun Baru. Rumah tangga di seluruh Sydney hanya diizinkan menampung 10 orang sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Polisi NSW telah mengeluarkan 15 pemberitahuan di Sydney karena melanggar perintah kesehatan masyarakat sejak Malam Natal.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mendukung pembatasan Sydney. "Apa yang kami lakukan sudah berhasil," katanya.

Karena penutupan perbatasan yang cepat, penguncian, pengujian yang meluas, jarak sosial, dan tingkat kepatuhan publik yang tinggi terhadap tindakan anti-virus, Australia telah mencatat lebih dari 28.300 infeksi dan 908 kematian terkait dengan Covid-19.

Para pejabat mengatakan ini memberi waktu kepada regulator untuk mengevaluasi vaksin tanpa tekanan dari meningkatnya kasus Covid-19, seperti yang terjadi di sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tahun baru australia sydney
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top