Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

43 Juta Benih Lobster Telah Diekspor, Berapa Keuntungan Edhy Prabowo?

43 juta benih lobster telah diekspor sejak eks Menteri KKP Edhy Prabowo membuka keran ekspor komoditas tersebut.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  12:32 WIB
Eddy Prabowo di Komisi IV DPR RI, Selasa (7/6/2020). -  Tangkap Layar
Eddy Prabowo di Komisi IV DPR RI, Selasa (7/6/2020). - Tangkap Layar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aero Citra Kargo (ACK) diduga memonopoli jasa pengangkutan ekspor benih lobster yang kemudian memunculkan dugaan suap kepada eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Data dari Ditjen Bea Cukai (DJBC) menunjukkan sejak dibukanya keran ekspor benih lobster atau benur, para eksportir tercatat telah mengekspor sekitar 43 juta benur ke berbagai negara.

Importir terbesar benih lobster asal Indonesia adalah Vietnam sekitar 42,18 juta, 84.226 ekor benih diekspor ke Hongkong, dan sebanyak 20.185 ekor benih diekspor ke Taiwan.

Artinya jika harga angkut satu ekor lobster senilai Rp1.800, jumlah ketuntungan yang didapatkan oleh PT ACK dalam eksportasi benih lobster bisa mencapai Rp77,4 miliar dari ekpsor tersebut.

"Itu dari data yang ada di kami," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat melalui seorang stafnya yang dikutip Bisnis, Jumat (4/12/2020).

Pihak Bea Cukai memastikan terlepas dari kasus korupsi yang sedang disidik KPK dari sisi administrasi, eksportasi benih lobster sudah memenuhi ketentuan. Termasuk keberadaan PT ACK yang merupakan perusahaan ekspedisi yang mengangkut benih lobster ke luar negeri.

"Biasanya kalau sudah melakukan ekspor itu tercatat di sistem kita," imbuhnya.

Seperti diketahui KPK telah menangkap tangan eks Menteri KKP Edhy Prabowo dalam dugaan suap eksportasi benur.KPK menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus tersebut.

Mereka adalah Edhy Prabowo, Staf Khusus Menteri KKP Syafri, Andreu Pribadi Misanta, Pengurus PT ACK Siswadi, Staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amiril Mukminin sebagai penerima suap.

Sementara itu sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Suharjito yang merupakan Direktur PT DPP sebagai tersangka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK suap benih lobster edhy prabowo
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top