Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masalah Bisnis Jadi Motif Penembakan Bos Duniatex?

Persoalan bisnis ditengarai sebagai motif penembakan salah satu bos Duniatex.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  21:02 WIB
Hartono Mal salah satu properti di bawah bendera Duniatex Group. - istimewa
Hartono Mal salah satu properti di bawah bendera Duniatex Group. - istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - LJ yang merupakan pelaku penembakan terhadap I (72) salah satu bos Duniatex masih  menjalani pemeriksaan secara intensif  di Sat Reskrim Polresta Surakarta

Adapun, dari informasi yang dihimpun pelaku masih memiliki hubungan  saudara dengan korban. LJ merupakan  adik ipar korban. Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, tim penyidik masih terus mendalami motif  pelaku dalam menjalankan aksi  kejahatannya dengan menembak  korban. 

"Motif pelaku untuk sementara motif bisnis. Kita masih dalami,"ujar  Kapolresta, ketika dihubungi Bisnis, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, Polresta Surakarta sampai saat ini telah meminta keterangan  terhadap 6 orang saksi. 

" Tim Satreskrim  juga telah melakukan penggeledahan terhadap rumah tersangka. Dari rumah tersangka kita mengamankan satu pucuk senapan angin," tegas Kapolresta.

Dia menambahkan, atas perbuatannya,  tersangka dijerat dengan pasal 338, 340 jo pasal 53 KUHP tentang pembunuhan  berencana.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (3/10/2019),  sejumlah anak usaha Duniatex dimohonkan PKPU oleh PT Shine Golden Bridge di PN Semarang. Shine Golden Bridge mengajukan permohonan PKPU dengan perkara No. 22/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN Niaga Smg pada 11 September 2019.

Ada enam anak usaha Duniatex yang dimohonkan PKPU yakni PT Delta Merlin Dunia Textile, PT Delta Dunia Tekstil, PT Delta Merlin Sandang Tekstil, PT Delta Dunia Sandang Tekstil, PT Dunia Setia Sandang Asli Tekstil, serta PT Perusahaan Dagang dan Perindustrian Damai.

PKPU dimohonkan karena Delta Dunia Sandang Tekstil memiliki utang kredit sindikasi senilai US$260 juta dengan bunga pinjaman senilai US$13,4 juta.  Anak usaha Duniatex lainnya juga memiliki pinjaman dengan total mencapai Rp18,8 triliun, yang berasal dari sejumlah bank dan berbentuk pinjaman bilateral, sindikasi, serta obligasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penembakan surakarta duniatex
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top