Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud Apresiasi Pimpinan PBNU & Muhammadiyah karena Sadar Bahaya Covid-19

Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi Ketum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah yang berupaya untuk mendukung upaya pencegahan Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 November 2020  |  11:29 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Pertemuan tersebut untuk membahas penanganan pengamanan ratusan WNI yang baru saja dievakuasi ke Kabupaten Natuna dari Wuhan, China. - Antara
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Pertemuan tersebut untuk membahas penanganan pengamanan ratusan WNI yang baru saja dievakuasi ke Kabupaten Natuna dari Wuhan, China. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan apresiasi atas sikap yang ditunjukkan Ketua Umum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah terkait Covid-19.

Hal itu disampaikan Mahfud melalui cuitan pada akun twitter miliknya @mohmahfudmd, Senin (30/11/2020). Mahfud mengapresiasi sikap kedua pemimpin ormas Islam terbesar itu karena selain telah berusaha menjaga diri dari tertular Covid-19, mereka juga peduli terhadap orang-orang di sekitarnya agar tidak ikut terinfeksi virus tersebut.

"Hormat, pimpinan puncak kedua ormas Islam terbesar itu selain menjaga dirinya juga menjaga orang lain dari bahaya covid-19. Keduanya terbuka memberitahu ttg serangan/ancaman covid pd dirinya dan meminta agar org lain yg berinteraksi utk memeriksa dirinya atau tdk menemuinya dulu." cuit Mahfud.

Dalam cuitannya Mahfud juga menceritakan bahwa dirinya sempat kontak dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang saat ini telah dinyatakan positif Covid-19.

Dia pun mengaku akan segera melakukan tes usap atau swab test untuk memastikan tidak terpapar Covid-19.

"“Kamis (26/11/20) jam 14.30 sy ngobrol dgn Ketum PBNU KH Aqil Sieraj di kantor PBNU. Minggu pg (29/11/20) beliau mengabarkan, dirinya terinfeksi Covid-19. Beliau menyarankan sy lakukan swab krn 3 hr sebelumnya kami ngobrol. Sy pun segera swab,” kata Mahfud.

Selain itu, dia juga mengatakan sempat akan melakukan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nashir. Namun, pertemuan itu dibatalkan karena Ketum PP Muhammadiyah mengaku sempat kontak dengan orang yang positif Covid-19.

“sy kontak Ketua PP Muhammdiyah Pak Haidar Nashir. Sy ingin silaturrahim. Beliau minta tdk ditemui dulu krn beliau baru kontak dgn orng yg kemudian dinyatakan positif covid. Khawatir terjadi penularan. Kamipun sepakat bcr via telepon ckp lama pd malam harinya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj positif Covid-19 disampaikan oleh sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce melalui video yang diunggah di akun Youtube Kang Said Official pada Minggu (29/11/2020).

Sofwan mengampaikan bahwa saat ini Kiai Said dalam kondisi baik dan dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Kemudian, masih dalam video yang sama, dia menyinggung pesan dari Kiai Said yang menyampaikan bahwa Covid-19 bukanlah aib ataupun hal buruk.

Ketum PBNU juga mengingatkan masyarakat bahwa Virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa menginfeksi siapa saja, dari latar belakang apa saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md muhammadiyah pbnu Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top