Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emosi, Nadiem Ingin Pendidikan Bikin Lompatan dan Berani Ambil Risiko

"Indonesia tuh kayak selalu menilai pendidikan adalah sektor yang kita nggak boleh ambil risiko, akhirnya kita ketinggalan."
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 November 2020  |  11:39 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan bahwa dengan banyaknya potensi keberagaman di Indonesia, seharusnya pendidikan Indonesia lebih berani untuk ambil risiko dan tak jalan di tempat.

“Dalam pembelajaran, guru lah yang secara umum punya peran mendorong anak-anak untuk mau berinovasi dan berkembang. Kalau kita tidak memberikan kesempatan bagi guru untuk menentukan cara belajar, nggak akan ada namanya diferensiasi, apalagi sesuai kearifan lokal,” kata Nadiem saat Instagram Live bersama Maudy Ayunda, Jumat (27/11/2020).

Sesuai dengan moto Bhinneka Tunggal Ika, yang menegaskan keberagaman, artinya untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas baik, semua orang harus belajar sesuai kepatan dan kemampuan masing-masing, serta mampu menentukan tingkat kemampuan masing-masing.

“Saya agak emosional nih, di Indonesia tuh kayak selalu menilai pendidikan adalah sektor yang kita nggak boleh ambil risiko, akhirnya kita ketinggalan, dan risikonya sekarang adalah kita diam di tempat,” ungkapnya.

Nadiem mengatakan, selama ini anak-anak dituntut inovasi, berkreasi, tapi ketika ada kebijakan untuk mendukung, justru dinilai berisiko dan membuat inovasi-inovasi tersebut malah terhambat bahkan tak berjalan.

Nadiem menilai, bahwa anak tak bisa inovatif dan kreatif kalau sekolah tidak mau mengambil risiko dan bertahan dengan cara pembelajaran lama.

Cepat beradaptasi pada perubahan. Untuk maju memang dibutuhkan transformasi dengan memberdayakan agen-agen perubahan, guru memiliki peran terbesar.

“Harapan saya ke depan, kita lebih berani ambil risiko, buat perubahan, buat lompatan. Kita enggak bisa cuma jalan atau lari. Kita harus lompat, apapun konsekuensinya,” kata Nadiem.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan Maudy Ayunda Nadiem Makarim
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top