Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo, Kader Gerindra Minta Prabowo Subianto Mundur

Ini menjadi pelajaran besar sekaligus tamparan besar bagi Prabowo yang mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 November 2020  |  10:39 WIB
Kader Partai Gerindra Arief Poyuono. - Bisnis.com/Jaffry Prabu Prakoso
Kader Partai Gerindra Arief Poyuono. - Bisnis.com/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono meminta agar Prabowo Subianto mundur dari kursi menteri hingga partai berlambang kepala burung garuda itu.

Hal ini seiring dengan ditangkapnya Menteri Kementerian dan Kelautan (KKP) Edhy Prabowo yang dikenal dekat dengan Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia menyebut, ini menjadi pelajaran besar sekaligus tamparan besar bagi Prabowo yang mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat, namun ternyata justru Edhy yang notabene anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di periode kedua Jokowi yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Dengan itu, Prabowo Subianto harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra atas ketidakmampuan menjaga disiplin para kadernya hingga berpotensi besar menghancurkan marwah partai," tegasnya dalam pesan singkat yang diterima Bisnis, Rabu (25/11/2020).

Arief mengatakan sudah sejak awal Prabowo yang katanya ingin Indonesia bersih dari KKN, harusnya mengingatkan dan melarang para kadernya serta keluarganya untuk memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis.

Contohnya, kata Arief, termasuk izin ekspor lobster yang banyak diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarganya.

"Tapi, nyata justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa," singgungnya.

Oleh karena itu, dengan ditangkapnya Edhy, menurut Arief tamat sudah cita-cita Prabowo menjadi Presiden Indonesia. Serta, akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra.

"Atau jika Prabowo gentleman, dia harus mundur dari kabinet Jokowi-Maruf Amin serta mundur dari Gerindra," pungkas Arief.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp gerindra prabowo subianto edhy prabowo
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top