Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uni Eropa Peringatkan Inggris Soal Kompromi Kesepakatan Dagang Brexit

Uni Eropa memperingatkan bahwa Inggris belum cukup bergerak untuk mengatasi tiga hambatan utama pada kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 20 November 2020  |  17:47 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa memperingatkan bahwa Inggris belum cukup bergerak untuk mengatasi tiga hambatan utama pada kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

Dilansir oleh Bloomberg, Jumat (20/11/2020), tiga pemimpin blok itu menyerukan agar rencana darurat ditingkatkan jika kesepakatan tersebut tidak tercapai.

Pada pertemuan di Brussel pada hari Jumat ini, utusan dari 27 negara anggota UE diberitahu bahwa tidak ada pekembangan, dan negosiasi bisa masuk ke Desember.

Seorang anggota tim UE telah terkonfirmasi positif virus Corona. Negosiasi tatap muka telah ditangguhkan, dan kepala negosiator blok itu Michel Barnier akan masuk ke karantina tepat saat waktu untuk mencapai kesepakatan habis.

Kamis malam, para pemimpin Prancis, Belgia dan Belanda meminta blok itu untuk membuat rencana darurat jika kesepakatan gagal terwujud. Jika itu terjadi, bisnis dan konsumen akan menghadapi gangguan karena tarif dan kuota kembali.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, pejabat di kedua belah pihak secara pribadi menyuarakan optimisme hati-hati bahwa kesepakatan dapat diselesaikan secepatnya minggu depan.

Pengarahan Uni Eropa kepada para duta besar dan komentar ketiga pemimpin tersebut mungkin merupakan upaya untuk menekan pemerintah Inggris agar berkompromi lebih jauh sebelum kesepakatan dicapai.

Para pejabat mengatakan pembicaraan berada pada tahap yang sulit dan utusan tidak diberi pengarahan secara rinci agar tidak merusak negosiasi dan membahayakan kemungkinan kompromi.

Inggris masih menolak tekanan UE termasuk klausul ratchet - yang akan memaksa Inggris untuk meningkatkan standar hukumnya di berbagai bidang termasuk lingkungan, dan perlindungan sosial jika undang-undang UE berubah di masa depan.

Mengenai penangkapan ikan, kedua belah pihak masih belum sepakat tentang berapa banyak tangkapan Inggris dari kapal Uni Eropa akan dialokasikan.

"Kami bekerja keras untuk mendapatkan kesepakatan dan menemukan solusi yang sepenuhnya menghormati kedaulatan Inggris" kata seorang pejabat Inggris menanggapi kesepakatan pasca-Brexit ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top