Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

VoD Marak, Universal dan Cinemark Sepakat Ubah Cara Penayangan Film

Kesepakatan ini serupa dengan yang dilakukan Universal dengan AMC Entertainment Holdings Inc. pada awal tahun ini. Hal ini sekaligus menunjukkan jaringan bioskop tengah beradaptasi dengan semakin populernya streaming film.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 17 November 2020  |  11:21 WIB
Cinemark Holdings Inc., jaringan bioskop terbesar ketiga di Amerika Serikat. - Bloomberg
Cinemark Holdings Inc., jaringan bioskop terbesar ketiga di Amerika Serikat. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Universal Pictures bekerjasama dengan Cinemark Holdings Inc. untuk mengizinkan semua filmnya diedarkan melalui streaming, setelah ditayangkan dalam periode yang singkat di bioskop. 

Dengan kesepakatan ini, Universal bisa menjualn filmnya ke penonton online setelah ditayangkan paling cepat 17 hari di Cinemark, jaringan bioskop terbesar ketiga di Amerika Serikat. Biasanya, sebuah film ditayangkan di bioskop selama 2-3 bulan sebelum akhirnya diedarkan secara streaming atau video rumah.

“Kami percaya atas kedinamisan bioskop dimana para pelaku usaha bioskop terus menyediakan platform yang memungkinkan platform penayangan bagi film-film baru. Tetapi di sisi lain juga bisa mendukung kesuksesan saluran distribusi lain yang akan menguntungkan para distributor film, bioskop, dan penonton,” kata Chief Executive Officer Cinemark Mark Zoradi, dilansir dari Bloomberg, Selasa (17/11/2020).

Kesepakatan ini serupa dengan yang dilakukan Universal dengan AMC Entertainment Holdings Inc. pada awal tahun ini. Hal ini sekaligus menunjukkan jaringan bioskop tengah beradaptasi dengan semakin populernya streaming film.

Universal dan AMC setuju untuk mempersingkat masa penayangan film di bioskop menjadi 17 hari. Sebagai gantinya, AMC akan mendapatkan bagian dari penjualan film melalui streaming yang dilakukan oleh Universal.

Kerja sama Universal dengan Universal kemungkinan memiliki mekanisme tidak jauh berbeda dengan kolaborasi sebelumnya. Jika film Universal mampu meraup US$50 juta pada pemutarannya di pekan pertama, maka film itu tidak bisa dijual secara online sampai 31 hari masa penayangannya.

Sebaliknya, film yang kurang populer kemungkinan bisa dijual setelah 17 hari penayangan jika kedua perusahaan setuju. Sayangnya, kedua perusahaan tidak merinci secara detil mengenai pembagian keuntungan dalam video-on-demand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop streaming perfilman

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top