Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Sindir Pejabat yang Hadiri Kerumunan di Jakarta

Luhut Pandjaitan menyatakan bahwa kerumunan-kerumunan menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 17 November 2020  |  11:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan tanggapan mengenai kasus kerumunan yang terjadi di Ibu Kota pada masa pandemi Covid-19.

Luhut menyatakan bahwa kerumunan-kerumunan menjadi penyebab munculnya klaster baru Covid-19.

“Kita juga tidak ingin kerumunan karena ternyata kerumunan adalah penyebab klaster-klaster baru dan itu sudah ada evidence,” kata Luhut dalam Webinar UGM, Selasa (17/11/2020). 

Dia juga menyayangkan adanya kerumunan-kerumunan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta pada masa pandemi Covid-19. Namun, Luhut tidak menyebut dengan jelas kerumunan mana yang dimaksud.

Tidak hanya itu, Luhut juga menyinggung adanya pejabat yang justru hadir dalam kerumunan dan adanya pihak yang tidak melakukan karantina.

“Kita sangat menyayangkan di Jakarta terjadi kerumunan-kerumunan yang tidak baik dan disayangkan juga ada pejabat yang hadir dalam kerumunan itu dan tidak karantina,” ujarnya. 

Luhut menyatakan seharusnya tidak ada dispenasi terkait karantina, khusunya untuk orang yang baru kembali dari luar negeri. Menurutnya, karantina penting dilakukan untuk mencegah risiko penularan Covid-19.

Dia pun mencontohkan langsung melakukan karantina sekembalinya dari lawatannya ke China beberapa waktu lalu.

“Saya waktu kembali dari Yunan melakukan karantina satu minggu sebelum melakukan aktivitas lainnya. Nanti ini balik dari Amerika juga ada prosedur harus karantina. Jadi tidak boleh ada dispensasi pada siapapun terutama dari negara-negara yang dianggap bermasalah,” ungkapnya.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan pemerintah menyesalkan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Diketahui, Imam Besar FPI Rizieq Shihab menggelar acara pernikahan putrinya dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas FPI pada Sabtu (14/11/2020) lalu. 

"Pemerintah menyesalkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta pernikahan dan peringatan Maulid di Petamburan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam konferensi pers, Senin (16/11/2020).

Mahfud mengatakan bahwa Pemerintah pusat telah memperingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meminta penyelenggara mematuhi protokol kesehatan.

"Penegakan protokol kesehatan di ibu kota merupakan kewenangan pemerintah provinsi DKI, Ibu Kota Jakarta berdasarkan hierarki kewenangan dan peraturan perundang-undangan," ujar Mahfud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta fpi habib rizieq Luhut Pandjaitan Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top