Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lima Hari Menjabat, Presiden Sementara Peru Mundur

Merino mengumumkan pengunduran dirinya, dan bersikeras bahwa dia bertindak sesuai hukum ketika dia dilantik sebagai kepala negara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 November 2020  |  08:22 WIB
Manuel Merin. - Istimewa
Manuel Merin. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden sementara Peru, Manuel Merino mengundurkan diri di tengah kemarahan warga atas pembunuhan dua pengunjuk rasa oleh polisi menyusul demonstrasi besar pro-demokrasi sejak Sabtu (14/11/2020).

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Merino mengumumkan pengunduran dirinya, dan bersikeras bahwa dia bertindak sesuai hukum ketika dia dilantik sebagai kepala negara pada Selasa (9/11/2020).

Dia ditunjuk sebagai pesiden sementara menyusul pencopotan presiden terpilih oleh kongres dalam pemungutan suara pemakzulan.

Berita pengunduran diri itu segera diikuti dengan suara klakson mobil, pukulan pot dan sorak-sorai di seluruh wilayah Ibu Kota Peru.

Kematian dua pria berusia 20-an karena luka tembak pada Sabtu (14/11/2020) memicu keributan publik hingga pengunduran diri Merino.

Para korban yang diidentifikasi sebagai Jack Brian Pintado Sánchez, 22, dan Jordan Inti Sotelo Camargo, 24. Mereka merupakan korban tewas pertama dalam hampir seminggu kerusuhan terkait pemakzulan kontroversial Martín Vizcarra sebagai presiden dan penggantinya oleh pemerintah de fakto.

Sebagian kalangan  menilai tindakan itu sebagai kudeta.

"Mereka bilang dia terluka dengan peluru di jantungnya, dia mati seperti itu dan dibawa sebagai mayat," kata ayah Sotelo Camargo kepada wartawan lokal di pintu masuk rumah sakit Lima tempat jenazah putranya dibawa sepefti dikutip TheGuardian.com, Senin (16/11/2020).

Dia juga meminta Merino untuk mengambil tanggung jawab atas kematian putranya.

Koordinator hak asasi manusia Peru melaporkan bahwa lebih dari 40 orang hilang setelah aksi demo pada Sabtu di tengah berbagai laporan penindasan polisi yang dilakukan secara kejam terhadap demonstran yang sebagian besar berjalan damai.

Kementerian kesehatan melaporkan bahwa lebih dari 90 orang dirawat karena cidera.

Ratusan polisi antihuru-hara menggunakan tongkat dan tameng dalam menghadapi  pengunjuk rasa yang sebagian besar berjalan damai.

Gas air mata ditembakkan langsung ke kerumunan  bahkan ada laporan tentang gas air mata yang ditembakkan dari helikopter yang terbang di willayah udara pusat kota Lima.

Para pengunjuk rasa melaporkan lampu jalan dimatikan dan ponsel diblokir selama untuk rasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unjuk rasa kudeta
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top