Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Tambahan Waktu 15 Hari dari Pemerintah AS, TikTok Lega

TikTok tengah menghadapi tudingan merusak keamanan nasional oleh Pemerintah AS.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 14 November 2020  |  00:55 WIB
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — TikTok tampaknya bisa bernapas sedikit lega setelah Pemerintah AS memberikan waktu tambahan selama 15 hari untuk menyelesaikan masalah keamanan nasional, sebelum memaksa media sosial itu untuk menjual bisnisnya di sana.

Bloomberg melansir Jumat (13/11/2020), ByteDance Ltd. yang merupakan pemilik TikTok menyatakan Komite Investasi Asing AS telah memberikan waktu hingga 27 November 2020 untuk menyelesaikan masalah ini. Hal itu disampaikan dalam dokumen persidangan yang diserahkan hari ini.

Dengan demikian, ada waktu setengah bulan bagi ByteDance untuk mengajukan proposal lain yang sama-sama menguntungkan kepada Pemerintah AS.

Seperti diketahui, pemerintahan Donald Trump menuding TikTok dapat mengganggu keamanan nasional AS karena berpotensi memberikan data-data warga AS ke Pemerintah China. AS juga mengancam untuk memblokir media sosial yang berinduk di China itu.

ByteDance juga didesak untuk menjual bisnisnya di Negeri Paman Sam ke perusahaan AS.

Sebenarnya, pemblokiran di AS dijadwalkan dilakukan per 12 November. Namun, pengadilan di Washington dan Pennsylvania menolak pemblokiran tersebut.

Meski demikian, Pemerintah AS melalui Kementerian Perdagangan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Di sisi lain, ByteDance telah meminta persetujuan dari Pemerintah AS terkait kesepakatan jual beli bisnisnya di AS dengan Oracle Corp. dan Walmart Inc. Tapi, persetujuan ini masih belum jelas akan keluar atau tidak mengingat Trump sedang fokus dengan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top