Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo aplikasi TikTok ditampilkan di sebuah smartphone. - Bloomberg/Brent Lewin
Premium

Restu Presiden Trump Akhirnya Turun, Mengapa Akuisisi TikTok Penting Bagi Oracle?

21 September 2020 | 14:02 WIB
Isu penjualan saham TikTok ke Oracle menjadi perhatian karena menyangkut keamanan nasional AS. Kini, setelah Presiden AS Donald Trump merestui aksi tersebut, apa yang akan terjadi selanjutnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Perselisihan antara TikTok dan Pemerintah AS yang dipicu sengkarut isu keamanan nasional, kian dekat dengan titik temu. Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump akhirnya memberikan restu terhadap klausul rencana Oracle dan Walmart untuk membeli sebagian saham TikTok.

“Saya setuju dengan kesepakatan itu, secara konseptual. Jika mereka bisa menyelesaikannya, itu bagus. Jika tidak, ya sudah,” tutur Trump jelang kampanye di North Carolina seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (19/9/2020).

Oracle, yang bergerak di teknologi, memang menggandeng peritel raksasa AS, Walmart, dalam aksi korporasi ini. Berdasarkan poin-poin besar dalam klausul yang diajukan kepada Trump, Oracle akan mengambil alih 12,5 persen porsi kepemilikan TikTok, sedangkan Walmart mencaplok 7,5 persen lainnya.

Total kepemilikan 20 persen oleh dua perusahaan Negeri Paman Sam itu dianggap cukup oleh Trump, dengan syarat 4 dari 5 direksi perusahaan harus berkewarganegaraan AS. Trump juga memberi tenggat baru agar negosiasi selesai sebelum 27 September 2020.

Di sisi lain, TikTok tidak mempermasalahkan syarat Trump asalkan pihak Oracle dan Walmart juga bersedia membantu persiapan proses Initial Public Offering (IPO) mereka. TikTok menargetkan IPO dilakukan selambat-lambatnya tahun depan.

“Kami juga akan memperbesar kantor cabang kami di AS, dan menambah kebutuhan 25.000 tenaga kerja di negara tersebut,” demikian disampaikan manajemen TikTok.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top