Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akhirnya, China Beri Selamat Atas Kemenangan Joe Biden di Pilpres AS

China adalah salah satu dari sedikit negara yang sejauh ini menahan komentar karena Trump tidak mengakui hasil pilpres AS.
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden membahas UU Perlindungan kesehatan Affordable Care Act (Obamacare) dalam jumpa pers di Wilmington, Delaware, AS, 10 November 2020./Antara-Reutersrn
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden membahas UU Perlindungan kesehatan Affordable Care Act (Obamacare) dalam jumpa pers di Wilmington, Delaware, AS, 10 November 2020./Antara-Reutersrn

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China akhirnya memberi selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS. Ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kapan Beijing akan secara resmi mengakui kemenangan tersebut.

"Kami telah mengikuti reaksi atas pemilihan presiden AS ini baik dari dalam AS maupun dari komunitas internasional. Kami menghormati pilihan rakyat Amerika dan mengucapkan selamat kepada Biden dan Harris," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam sebuah briefing media di Beijing, Jumat (13/11/2020), seperti dikutip Bloomberg.

Pengakuan China ini dilakukan setelah sejumlah jaringan televisi memproyeksikan Biden akan mengalahkan Donald Trump di Arizona, salah satu negara bagian yang menjadi medan pertempuran (battleground state) di mana presiden berusaha memprotes hasil pemilihan.

China adalah salah satu dari sedikit negara yang sejauh ini menahan komentar karena Trump tidak mengakui hasil pilpres AS.

"Kami memahami bahwa hasil pemilihan presiden AS akan ditentukan mengikuti hukum dan prosedur yang berlaku di AS," kata Wang.

Reaksi resmi Beijing terhadap kemenangan Biden relatif tidak terdengar. Presiden Xi Jinping belum memberikan ucapan selamat di depan publik, sementara Kementerian Luar Negeri minggu ini tidak memberikan respons secara eksplisit terhadap kemenangan Biden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper