Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Donald Trump: Menang Itu Mudah, Kalah Tidak Pernah Mudah

Donald Trump mengungkapkan belum memikirkan tentang pidato konsesi atau pidato kemenangannya pada Pilpres AS 2020. Namun, dia berharap bisa menyampaikan dua pidato tersebut dalam waktu dekat. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 04 November 2020  |  14:29 WIB
Donald Trump: Menang Itu Mudah, Kalah Tidak Pernah Mudah
Presiden AS Donald Trump melepas masker saat keluar di balkon Gedung Putih untuk berbicara dengan para pendukung yang berkumpul di South Lawn untuk kampanye yang disebut Gedung Putih sebagai "protes damai" di Washington, AS, (10/10/2020). - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan mempersiapkan diri untuk menang Pilpres AS 2020 mudah. Namun, hal sebaliknya terjadi jika dia kalah.

Hal itu diungkapkan Trump mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia AS dilansir dari BBC, Selasa (3/11/2020).

Pada kesempatan tersebut, Trump mengungkapkan belum memikirkan tentang pidato konsesi atau pidato kemenangannya pada Pilpres AS 2020. Namun, dia berharap bisa menyampaikan dua pidato tersebut dalam waktu dekat.  Setelah itu Trump mengungkapkan bahwa baginya kalah adalah hal yang tidak mudah.

"Menang itu soal mudah, kalah tidak pernah mudah. Tidak untuk saya, itu tidak mudah," ungkap Trump dalam video singkat yang diunggah BBC seperti dikutip Bisnis, Rabu (4/11/2020).

Suami Melania Trump itu kemudian menyampaikan masih ada waktu satu minggu kedepan untuk melihat apakah dia akan terpilih kembali atau tidak sebagai Presiden AS periode 2020-2024.

Di depan pendukungnya, Trump menyampaikan apresiasinya kepada para suporter dan tim kampanye yang bekerja untuk memenangkan Pilpres AS. Dia juga mengatakan bahwa sebuah kehormatan didukung oleh orang-orang hebat, yang juga banyak diantaranya masih berusia muda.

Menurut pengalamannya, dia tidak pernah melihat kerumunan yang sangat banyak saat berkampanye. Trump beranggapan kampanye tahun ini merupakan bentuk persatuan dan rasa cinta warga AS yang belum pernah terjadi.

"Ketika Anda melihat kampanye, seperti sejarah dari negara ini, yang kemungkinan belum pernah terlihat sebelumnya. Ada begitu banyak cinta yang sedang berlangsung di negara ini (saat berkampanye), dan merupakan persatuan yang belum pernah terlihat," ucap Trump.

Trump juga memperkirakan akan ada 45.000 hingga 50.000 akan datang ke markas kampanyenya untuk menunjukkan dukungannya. Walaupun, pada saat berbicara hanya ada beberapa orang yang datang.

Setelah 10 aksi kampanye yang melelahkan dalam dua hari, Trump kemudian memutuskan tidak akan melakukan kampanye atau melakukan acara publik yang dijadwalkan selain kunjungan ke markas kampanyenya dilansir dari Forbes pada Rabu (4/11/2020).

Ketika berbicara bersama staf dan media, Trump mengatakan kondisi pemilihannya sangat baik di sayap negara bagian Florida, Arizona, dan Texas dan meramalkan malam yang luar biasa dan yang lebih penting empat tahun yang luar biasa menurut laporan ARLNow.com

Meskipun semua jadwal acara Trump sudah selesai, bukan berarti kampanye telah berakhir. Dikutip dari Forbes, jurnalis majalah New York Olivia Nuzzi menuturkan ketika dia meliput kampanye Trump pada 2016, dia menambahkan reli menit-menit terakhir setelah rapat umum terakhir yang dijadwalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top