Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Sita Rudal Iran dan Jual BBM Sitaan Iran Tujuan Venezuela

Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan telah menyita sejumlah rudal Iran tujuan Yaman setelah sebelumnya menjual 1,1 juta barel minyak Iran tujuan Venezuela hasil sitaan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  08:00 WIB
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA - Pejabat Amerika Serikat mengungkapkan telah menyita sejumlah rudal Iran tujuan Yaman setelah sebelumnya menjual 1,1 juta barel minyak Iran tujuan Venezuela hasil sitaan.

Pengumuman itu disampaikan oleh Departemen Kehakiman AS saat Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap 11 perusahaan dan individu yang terlibat dalam penjualan dan pembelian produk petrokimia Iran.

Lima hari menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November, pemerintahan Presiden Donald Trump memperkuat sanksi yang ditujukan untuk mengisolasi Iran dari ekonomi global. Pengumuman itu juga muncul di tengah tuduhan komunitas intelijen AS bahwa peretas Iran berusaha mengancam pemilih AS dengan email palsu.

Sanksi tersebut umumnya membekukan aset AS yang mungkin dimiliki perusahaan dan individu warga Amerika Serikat kalau melakukan bisnis dengan Iran.

"Rezim Iran mendapat manfaat dari jaringan global entitas yang memfasilitasi sektor petrokimia Iran," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam siaran pers kemarin seperti dilaporkan Aljazeera.com, Jumat (30/10/2020).

Disebutkan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk menargetkan sumber pendapatan apa pun yang digunakan rezim Iran untuk mendanai kelompok teroris dan menindas rakyatnya.

Entitas yang diberi sanksi oleh Departemen Keuangan AS termasuk perusahaan Iran Morvarid Petrochemical Company dan Arya Sasol Polymer Company, Jiaxiang Energy Holding Pte Ltd yang berbasis di Singapura dan perusahaan China Binrin Limited, Elfo Energy Holding Limited, Glory Advanced Limited, dan Jane Shang Co Limited serat Sibshur Limited.

Perusahaan-perusahaan itu adalah perusahaan terbaru yang diberi sanksi atas kesepakatan ketiga departemen itu.

Kasus-kasus perdata terkait penyitaan oleh Departemen Kehakiman melibatkan skema yang diduga dilakukan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang secara diam-diam mengirimkan senjata ke Yaman dan bahan bakar ke Venezuela secara gelap.

Asisten Jaksa Agung untuk Divisi Keamanan Nasional John Demers mengatakan bahwa pemerintah AS telah menjual dan mengirimkan 1,1 juta barel bahan bakar Iran yang telah ditujukan ke Venezuela, yang telah disita awal tahun ini.

Menurut pengaduan, bahan bakar tersebut berasal dari perusahaan yang terkait dengan IRGC, namun pengirim menutupi kepemilikannya. Dua kapal yang membawa bahan bakar, Euroforce berbendera Liberia dan Maersk Progress berbendera Singapura. Meeka sebelumnya berupaya menghindar dan mengubah arah pelayaran dalam beberapa minggu terakhir.

Michael Sherwin, penjabat Pengacara AS untuk District of Columbia, mengatakan bahwa pengungkapan itu "tidak terkait urusan politik meski Trump tengah berkampanye untuk pemilihan presiden saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran as vs iran amerika serikat
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top