Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fadli Zon Skak Mat Profesor Henri Staf Ahli Menkominfo: Bapak Gak Pantas Duduk di Sini!

Politisi Gerindra Fadli Zon terlibat debat panas dengan Staf Ahli Menkominfo Henri Subiakto di tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC)
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  14:21 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan orasi di Wisma Yayasan Pembangunan Indonesia (YPI), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan orasi di Wisma Yayasan Pembangunan Indonesia (YPI), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Politisi Gerindra Fadli Zon terlibat debat panas dengan Staf Ahli Menkominfo Profesor Henri Subiakto di tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) tadi malam, Selasa (27/10/2020).

Tayangan tersebut diunggah melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Rabu (28/10/2020), dengan mengangkat tema ‘Menunggu Vaksin Covid-19: Antara Harapan dan Kecemasan’.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah tengah gencar mengadakan pembelian vaksin dari beberapa produsen vaksin impor. Pemerintah berharap Indonesia bisa cepat pulih dari pandemi Covid-19.

Namun, timbul kecemasan dari sebagian elemen masyarakat, termasuk tenaga kesehatan yang diduga vaksin tersebut belum melewati uji klinis 3.

Dalam tayangan tersebut, Staf Ahli Menkominfo Henri Subiakto mengatakan persoalan Covid-19 merupakan persoalan yang serius karena melibatkan kemanusiaan. Sayangnya, masih ada 2.031 hoaks dan diskomunikasi yang beredar di masyarakat terkait Covid-19.

“Kalau hoaks itu sengaja dibuat, ada yang sengaja membuat untuk memanipulasi. Biasanya ada fenomena politik nasional seperti Pilpres, Pemilu, [hoaks] itu naik. Ini kan sekarang nggak ada Pilpres atau Pemilu. Enggak ada persoalan politik, tapi naik juga. Ini kan persoalan kemanusiaan,” kata Henri dalam acara ILC seperti dikutip Bisnis, Rabu (28/10/2020).

Setelah itu, Politisi Gerindra Fadli Zon mempertanyakan hoaks apa saja yang dimaksud Henri yang beredar di masyarakat.

Henry memaparkan beberapa isu hoaks tersebut di antaranya persoalan vaksin yang tidak halal, vaksin akan merubah DNA, membuat mandul, dan sebagainya.

Kemudian pernyataan itu disanggah oleh Fadli Zon. Dia mengatakan bahwa isu tersebut bukanlah hoaks, melainkan ruang percakapan.

Dia merasa kecewa karena Menkominfo Johnny G. Plate tidak bisa membedakan antara hoaks dan ruang percakapan di masyarakat.

“Itu karena pemerintah gagal mengkomunikasikan kepada rakyat. Itu persoalannya. Karena kegagalan itulah orang kemudian tidak ada kepastian. Itu juga bagian dari public distrust,” sambung Fadli.

Kemudian Henri mengatakan persoalan kemanusian ditarik menjadi ajang politisasi yang menyebabkan hoaks bermunculan.

Mendengar jawaban Henri, Fadli Zon kembali menyanggah dan menunjukkan sikap tidak percaya terhadap apapun yang diucapkan oleh staf ahli Menkominfo tersebut.

“Aduh, ini kok nggak mutu banget omongannya. Coba yang jelas tentang politik tadi,” kata Fadli.

Fadli mempertanyakan pernyataan Henri yang inkonsisten antara satu sama lain yang bertabrakan. Sebab, di satu sisi pemerintah mengatakan masih melakukan trial and error.

Di sisi lain, Kementerian Kominfo sudah melakukan judgement bahwa pernyataan soal vaksin adalah hoaks.

Perdebatan ini kemudian mengarah ke persoalan harga vaksin yang mencapai harga US$2. Sementara untuk harga, Henri mengaitkannya dengan teori supply and demand.

Namun, lagi-lagi Fadli Zon melakukan "skak mat" atas pernyataan Hendri.

“Saya kira Bapak nggak pantas duduk di sini. Apalagi mewakili institusi pemerintah yang bergengsi seperti Kominfo. Bapak baca dulu yang benar, riset dikit dulu, jangan berandai-andai. Data Bapak mana?” cecar Fadli Zon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo Fadli Zon hoax Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top