Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-India Perkuat Hubungan Dagang dan Tandatangani Pakta Pertahanan

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeombertemu dengan pejabat terkait di India, Menlu Subrahmanyam Jaishankar dan Menhan Rajnath Singh. Pertemuan tingkat tinggi itu akan membahas kerja sama respons pandemi dan tantangan Indopasifik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  15:27 WIB
Menlu AS Mike Pompeo - Bloomberg/Andrew Harrer
Menlu AS Mike Pompeo - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah ketegangan perbatasan terburuk dalam empat dekade dengan China, India menandatangani perjanjian pertahanan dan memperkuat hubungan dagang dengan Amerika Serikat.

Hari ini, Selasa (27/10/2020), Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dalam serangkaian kunjungannya ke Asia didampingi Menteri Pertahanan Mark Esper bertemu dengan pejabat terkait di India, Menlu Subrahmanyam Jaishankar dan Menhan Rajnath Singh. Pertemuan tingkat tinggi itu akan membahas kerja sama respons pandemi dan tantangan Indopasifik.

Kemarin, Pompeo telah lebih dulu bertemu Jaishankar dan menyepakati kemitraan AS-India yang dinilai penting bagi keamanan dan kemakmuran kedua negara, kawasan Indopasifik, dan dunia. Sedangkan Esper dan Singh membahas perluasan berbagi informasi dan setuju untuk berkolaborasi dalam teknologi dan untuk memajukan prioritas perdagangan pertahanan.

Diskusi berlangsung hampir seminggu sebelum pemilihan presiden di AS dan pada saat India yang merupakan bagian dari kelompok Quad bersama dengan AS, Jepang dan Australia, sedang dalam pembicaraan untuk mengurangi ketegangan militer dengan Beijing.

Menurut keterangan resmi New Delhi, AS dan India hari ini dijadwalkan menandatangani perjanjian yang akan memberi New Delhi akses ke intelijen geospasial Paman Sam untuk membantu meningkatkan akurasi sistem perangkat keras otomatis, rudal dan drone. Menurut pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan antara Esper dan Singh, India mengundang perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor pertahanannya dengan menggembar-gemborkan kebijakan liberal.

Pembicaraan itu juga diatur untuk lebih meningkatkan pembelian pertahanan India dari AS, yang saat ini mencapai US$20 miliar, dan membantu mengatasi masalah keamanannya di kawasan Samudra Hindia saat berusaha bersaing dengan China.

"Asia Selatan dan Samudra Hindia adalah teater strategis utama India, dan wilayah pengaruh India," kata Bec Strating, dosen senior bidang politik dan hubungan internasional di Melbourne's La Trobe University, dilansir Bloomberg, Selasa (27/10/2020).

India, lanjutnya, kemungkinan besar ingin mempertahankan pengaruhnya di Samudra Hindia dan Asia Selatan, mengelola hubungan dengan AS dan China untuk keuntungannya, dan mempertahankan otonomi strategisnya sendiri.

Pompeo juga akan melakukan perjalanan ke Maladewa, Sri Lanka dan Indonesia akhir pekan ini sebagai bagian dari dorongan AS untuk melawan pengaruh China di Asia.

Di Indonesia, selain akan bertemu Menlu Retno Marsudi, Pompeo dikabarkan juga akan menyambangi forum Gerakan Pemua (GP) Ansor, organisasi kemasyarakatan pemuda yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pihaknya berencana menyambut kunjungan Menlu AS itu pada Kamis pekan ini.

"Rencana Kamis [29 Oktober 2020]," katanya kepada Bisnis, kemarin. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut agenda kunjungan Pompeo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india amerika serikat
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top