Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerus Tahta Samsung Diwarisi US$10 Miliar Utang Pajak

Dengan pungutan negara sebanyak 60 persen pada saham yang diwariskan untuk pemegang saham besar dan 50 persen pada real estat dan aset lainnya, keluarga Lee dapat berutang pajak sekitar US$10 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  10:45 WIB
Lee Kun-hee - Bloomberg
Lee Kun-hee - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli waris dari pemilik Samsung Electronics Co. Lee Kun-hee yang meninggal Minggu 25 Oktober 2020, dapat menerima warisan utang dalam bentuk pajak. Namun, itu tidak berarti mereka harus menyerahkan kendali atas grup dengan menjual saham.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, orang terkaya Korea Selatan itu diperkirakan memiliki harta senilai US$20,7 miliar, dengan sebagian besar terdiri dari sahamnya di empat unit Samsung.

Dengan pungutan negara sebanyak 60 persen pada saham yang diwariskan untuk pemegang saham besar dan 50 persen pada real estat dan aset lainnya, keluarga Lee dapat berutang pajak sekitar US$10 miliar.

Menurut Chung Sun-sup, kepala eksekutif perusahaan analisis perusahaan yang berbasis di Seoul, ahli waris tidak mungkin menjual saham untuk membiayai utang tersebut. Pada hari Senin, spekulasi bahwa perusahaan Grup Samsung akan meningkatkan dividen untuk membantu pembayaran itu, mengangkat saham mereka.

"Penjualan saham dapat menimbulkan masalah karena akan mengurangi kendali keluarga atas grup. Tidak ada konglomerat yang akan melakukannya. Sebaliknya, kebanyakan dari mereka memilih untuk melakukan pembayaran tunai selama lima tahun. Uang tunai dapat disiapkan melalui sarana seperti dividen atau gaji," kata Chung, dilansir Bloomberg, Selasa (27/10/2020).

Demikianlah yang dilakukan Koo Kwang-mo, yang mengambil alih kendali LG Group pada 2018 setelah kematian ayahnya. Dia dan anggota keluarganya membayar pajak warisan sebesar 921,5 miliar won (US$817 juta) selama lima tahun.

Sementara Samsung Electronics menolak berkomentar tentang bagaimana keluarga berencana untuk membayar dan membagi kekayaan, perusahaan mengatakan semua pajak yang terkait dengan warisan akan dibayar secara transparan seperti yang diharuskan oleh hukum.

Kepemilikan Lee mencakup 4 persen di perusahaa produsen smartphone, televisi, dan chip memori terbesar di dunia itu. Selain itu dia juga memiliki 21 persen saham Samsung Life Insurance Co.

Putra satu-satunya, Jay Y. Lee, telah memimpin korporasi sejak serangan jantung melumpuhkan ayahnya pada 2014. Jongwoo Yoo, seorang analis di Korea Investment & Securities mengatakan jika dia mewarisi semua saham mendiang ayahnya di Samsung Electronics dan Samsung Life Insurance, dia dapat menggunakan dividen dan pembiayaan dari anggota keluarga untuk mempersiapkan pembayaran pajak.

"Tidak pasti berapa banyak aset tunai yang dimiliki keluarga sekarang, tetapi pendapatan dividen tidak akan cukup untuk menutupi biaya pajak. Oleh karena itu, sangat mungkin keluarga akan mengandalkan pembiayaan pribadi," tulisnya dalam sebuah catatan.

Jay Y. Lee terperosok dalam masalah hukum terkait dengan penggabungan kontroversial dari dua afiliasi Samsung pada 2015 yang memperkuat kontrolnya atas grup tersebut. Meskipun ia memegang kurang dari 1 peren saham Samsung Electronics, melalui serikat tersebut ia mendapatkan 17 persen kendali di Samsung C&T Corp., yang secara langsung memiliki 5 persen saham dari perusahaan teknologi tersebut.

Lee sedang menunggu putusan akhir atas kasus suap yang mengirimnya ke penjara pada 2017. Dia menghadapi persidangan terpisah atas tuduhan penipuan keuangan termasuk manipulasi harga saham untuk memfasilitasi suksesinya. Meskipun membantah melakukan kesalahan, dia secara pribadi meminta maaf atas skandal korupsi yang berulang di Samsung dan berjanji untuk tidak menyerahkan kepemimpinan kepada anak-anaknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak samsung

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top