Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ikuti Jejak China, Ekonomi Korsel Tumbuh Positif di Kuartal Ketiga

Bank of Korea melaporkan produk domestik bruto meningkat 1,9 persen pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya. Lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 1,3 persen.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  08:53 WIB
Distrik Itaewon di Seoul, Korea Selatan, pusat kehidupan malam yang dipenuhi nightclubs. Tampak semua pengunjung mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. - Bloomberg
Distrik Itaewon di Seoul, Korea Selatan, pusat kehidupan malam yang dipenuhi nightclubs. Tampak semua pengunjung mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan pulih lebih kuat dari yang diperkirakan, setelah pertumbuhan ekspor Negeri Gingseng terakselerasi secara cepat untuk membantu menyangga ekonomi dari gelombang musim panas virus Corona yang membebani konsumen.

Bank of Korea melaporkan produk domestik bruto meningkat 1,9 persen pada kuartal ketiga dari kuartal sebelumnya. Lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 1,3 persen.

Pertumbuhan ini dipicu oleh Lonjakan ekspor terbesar sejak 1986 yang mendorong Korea Selatan pulih dari kontraksi dua kuartal berturut-turut.

Perekonomian Korea Selatan kembali bangkit dari resesi yang dipicu pandemi dalam posisi yang lebih kuat daripada sebagian besar negara maju.

Kendati demikian pemulihan ini masih rentan terhadap gangguan di AS dan Eropa, di mana epidemi kian memburuk, tetapi ekspor utama negara yakni memori chip memperoleh manfaat dari pergeseran pola masyarakat global yang ditandai dengan work from home dan belajar jarak jauh. Kuatnya ekspor chip juga didukung oleh permintaan dari China.

"Ini menunjukkan ketahanan dari sektor manufaktur," kata Ekonom KB Securities Oh Jae-young.

"Manufaktur Korea Selatan tetap tidak terluka dari pandemi, dan sekarang negara maju itu sendiri memulai kembali produksi, Korea Selatan mendapatkan dorongan."

Pemulihan ekspor di kuartal ketiga ini memicu peningkatan terbesar dalam investasi sejak 2012, dipimpin oleh pengeluaran untuk mesin dan peralatan transportasi. Dari data Bank of Korea, manufaktur tumbuh 7,6 persen, terbesar sejak 2009.

Belanja konsumen juga cenderung meningkat setelah tergelincir pada kuartal terakhir. Kemunculan kembali virus di akhir musim panas di Korea Selatan yang menyebabkan aturan jarak sosial yang lebih ketat telah berkurang dalam beberapa pekan terakhir dan Presiden Moon Jae-in mengatakan negara itu harus memanfaatkan kesempatan untuk memulai kembali pemulihannya.

Meskipun ada pemulihan pada paruh kedua, analis sektor swasta melihat PDB masih akan menyusut selama setahun penuh untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan Asia akhir 1990-an. Sebagai tanda-tanda pertumbuhan ekonomi di zona hijau, Bank of Korea memutuskan mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top