Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korea Selatan Diproyeksi Pulih Paling Cepat di Antara Negara G7

Proyeksi pertumbuhan PDB Korsel Selatan akan mengkonfirmasi bahwa ekonomi yang bergantung pada perdagangan itu telah keluar dari resesi pertamanya sejak 2003 dengan kerusakan yang relatif terbatas dibandingkan dengan banyak bagian dunia lainnya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  10:54 WIB
Seorang pekerja berkostum tradisional Korea mengenakan topeng pelindung untuk mencegah tertularnya virus corona selama pemeragaan ulang Royal Guards Changing Ceremony di depan Istana Deoksu di Seoul, Korea Selatan, 31 Januari 2020. - Reuters
Seorang pekerja berkostum tradisional Korea mengenakan topeng pelindung untuk mencegah tertularnya virus corona selama pemeragaan ulang Royal Guards Changing Ceremony di depan Istana Deoksu di Seoul, Korea Selatan, 31 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Korea Selatan tampaknya akan pulih dari resesi dalam posisi yang lebih kuat daripada sebagian besar negara maju, dibantu oleh pemulihan ekspor, langkah-langkah stimulus, dan penanggulangan virus corona yang relatif berhasil.

Menurut perkiraan ekonom, produk domestik bruto kemungkinan tumbuh 1,3 persen pada kuartal ketiga dari tiga bulan sebelumnya. Angka itu akan mengonfirmasi bahwa ekonomi yang bergantung pada perdagangan itu telah keluar dari resesi pertamanya sejak 2003 dengan kerusakan yang relatif terbatas dibandingkan dengan banyak bagian dunia lainnya.

Laporan PDB yang positif akan menjadi panggung bagi Presiden Moon Jae-in untuk merangsang pertumbuhan dan bahkan menetapkan tujuan jangka panjang untuk memperluas pekerjaan di sektor teknologi. Pada kuartal keempat, Korea Selatan mungkin melihat aktivitas meningkat lebih lanjut jika berhasil mengendalikan virus dan pemulihan global semakin cepat.

Pemulihan yang diharapkan telah dibantu oleh rebound ekspor yang dipimpin oleh chip dan teknologi, terutama melonjaknya permintaan dari China, pasar luar negeri terbesar Korea Selatan. Kemunculan kembali infeksi yang singkat selama kuartal tersebut memang memperlambat konsumsi, tetapi negara tersebut berhasil menahan penyebaran virus dengan pembatasan bisnis yang ditargetkan, sehingga memicu pertumbuhan yang lebih luas.

"Kami memperkirakan pemulihan akan berlanjut di kuartal empat. Kenaikan lebih lanjut dari permintaan konsumen yang sebelumnya tertekan pandemi dapat diharapkan pada kuartal keempat, karena infeksi gelombang kedua mulai berkurang. Sementara itu, ekspor semikonduktor kemungkinan akan meningkat lebih lanjut," kata Tieying Ma, ekonom di DBS Bank, dilansir Bloomberg, Senin (26/10/2020).

Moon pekan lalu menyerukan langkah-langkah untuk memanfaatkan waktu emas guna merevitalisasi pariwisata dan meningkatkan konsumsi. Pemerintah melanjutkan distribusi kupon diskon untuk mendorong pengeluaran dan mempromosikan acara belanja tahunan pada awal November untuk mempercepat pemulihan.

Menurut ekonom yang disurvei Bloomberg, dari tahun sebelumnya, ekonomi masih cenderung berkontraksi 1,9 persen pada kuartal ketiga. Bloomberg Economics memperkirakan PDB Korea Selatan akan mencapai tingkat sebelum virus pada kuartal pertama 2021, beberapa tahun lebih awal dari tetangganya, Jepang.

Dorongan fiskal Korea Selatan telah menjadi pusat dari jalan keluar resesi. Pemerintah telah melaksanakan empat anggaran tambahan tahun ini, paling banyak dalam beberapa dekade, termasuk pembagian pendapatan universal. Bank sentral juga telah memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah, sambil memompa likuiditas ke pasar keuangan untuk membantu bisnis tetap bertahan.

Namun, saat pandemi global berlarut-larut, Korea Selatan terus kehilangan ratusan ribu pekerjaan setiap bulan. Konsumen serta bisnis tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus. Hal itu membuat negara ini tidak mungkin menghindari kontraksi tahunan pada 2020, yang pertama sejak krisis keuangan Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan ekonomi korea
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top