Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei Indikator: Elektabilitas Gerindra dan PKS Naik, PDIP Turun

Burhanuddin menduga naiknya elektabilitas Partai Gerindra, karena kemampuannya memainkan dua kartu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  05:50 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya. - Antara
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil sigi Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan elektabilitas Partai Gerindra terus mencatat kenaikan paling tinggi dibandingkan partai-partai lain.

Dibandingkan survei terakhir Indikator pada Juli lalu misalnya, elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto itu naik dari 17,7 persen menjadi 21,1 persen.

Begitu pula dengan PKS dari 4,4 persen naik menjadi 5,9 persen.

Sementara, PDIP dari 26,3 persen turun menjadi 25,2 persen; lalu Golkar dari 8,3 persen turun menjadi 6,7 persen; dan NasDem dari 4,5 turun menjadi 3,1 persen.

"Elektabilitas Partai Gerindra naik kencang, PDIP stagnan, Demokrat dan PKS juga naik, paling tinggi Gerindra," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam hasil survei terbaru bertajuk 'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', Minggu (25/10/2020).

Burhanuddin menduga naiknya elektabilitas Partai Gerindra, karena kemampuannya memainkan dua kartu.

Adapun 'permainan dua kartu' yang dimaksud Burhanuddin yakni; Gerindra bisa memainkan peran berada di pemerintahan, tapi di sisi lain sejumlah tokoh partai ini juga tetap pada peran sebagai pengkritik pemerintah.

"Saya menduga elektabilitas Gerindra naik karena mampu memainkan dua kartu ini, satu bagian dari pemerintah mendapatkan intensif, tapi di sisi lain masih menjaga figur kritis yang merawat Gerindra lama, misalnya seperti Fadli Zon, Andre Rosiade masih kencang kalau pemerintah nggak ada bedanya," ujar dia.

Selain partai-partai tersebut di atas, elektabilitas partai lain seperti PKB juga turun dari 5,0 persen menjadi 4,1 persen. PPP dari 1,7 persen turun menjadi 0,6 persen. PAN dari 2 persen turun menjadi 1,1 persen. Demokrat dari 5,7 persen naik menjadi 5,9 persen. PSI dari 0,1 persen naik menjadi 0,3 persen. Lalu Perindo dari 0,3 persen naik menjadi 1 persen, Garuda dari 0,0 persen naik menjadi 0,1 persen, Berkarya dari 0,1 persen naik menjadi 0,8 persen dan Hanura dari 0,5 persen turun menjadi 0,4 persen.

Survei Indikator dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020 dengan menggunakan panggilan telepon karena pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan 1.200 responden yang dipilih secara acak berdasarkan data survei tatap muka langsung sebelumnya pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Adapun margin of error sekitar 12.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip gerindra

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top