Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemeriksaan Covid-19 Nasional Capai 82,51 Persen dari Rekomendasi WHO

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan pemerintah akan terus berupaya mencapai target WHO, yakni 1 berbanding 1.000 penduduk setiap pekan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:32 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengklaim Indonesia telah mencapai 82,51 persen dari standar pemeriksaan WHO. Pemerintah dalam hal ini akan terus berupaya mencapai target WHO, yakni 1 berbanding 1.000 penduduk setiap pekan.

“Kita harus mengapresiasi semua pihak bahwa hanya dalam beberapa bulan saja kita sudah mendekati targetnya WHO, karena sebelumnya pada bulan Juni Indonesia hanya mampu mencapai 16,86 persen dari target rekomendasi WHO,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (22/10/2020).

Wiku menjelaskan bahwa tantangan terberat pemerintah dalam mengejar target rekomendasi WHO adalah Indonesia adalah negara kepulauan.

Hal ini berbeda dengan negara lain di dunia yang tidak memiliki kendala besar dalam hal transportasi logistik pengiriman spesimen.

“Mohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan maupun Satgas covid 19 apabila membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19 apabila membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19,” kata Wiku.

Adapun berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah spesimen yang diperiksa terkait kasus Corona selama 24 jam hingga Kamis (22/10/2020) pukul 12.00 WIB mencapai 43.928 spesimen.

Apabila dirinci, maka sebanyak 43.487 spesimen diperiksa dengen metode RT-PCR, sedangkan 441 spesimen lainnya diperiksa dengan metode TCM.

Jumlah spesimen yang diperiksa terkait kasus Covid-19 itu dalam tren kenaikan. Pada Rabu (21/10/2020), Kemenkes melaporkan pemeriksaan kepada 43.586 spesimen. Sebelumnya pada Selasa (20/10/2020), spesimen yang diperiksa tercatat hanya 31.029, sedangkan pada Senin (19/10/2020) spesimen yang diperiksa mencapai 36.259.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo membantah kalau tingkat tes dan tingkat positif Covid-19 Indonesia rendah dan disebut tidak serius menangani Corona.

Menurutnya, pemerintah sudah mengupayakan terus menambah jumlah laboratorium beserta alat medis untuk menguji sampel sebanyak mungkin selama tujuh bulan terakhir.

"Kemampuan kita dalam pemeriksaan spesimen awalnya memang sangat sedikit sekali. Hanya lab pemerintah yang bisa tes PCR dan deteksi Corona. Tapi sekarang sudah banyak," ujarnya dalamkonferensi pers, Kamis (22/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top