Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sengit! Pencalonan Dirjen WTO Mengerucut ke Dua Nama

Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria dan Yoo Myung-hee dari Korea Selatan akan bersaing sengit untuk kursi Dirjen WTO. Amerika Serikat menjagokan Yoo dan Eropa memilih Ngozi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  10:10 WIB
Kantor Pusat World Trade Organization (WTO) di Genewa Swiss. Foto: Google Maps
Kantor Pusat World Trade Organization (WTO) di Genewa Swiss. Foto: Google Maps

Bisnis.com, JAKARTA - Kandidat Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengerucut menjadi dua nama, yakni Ngozi Okonjo-Iweala dari Nigeria dan Yoo Myung-hee dari Korea Selatan.

Amerika Serikat dan Eropa berada di dua kubu berbeda dalam menjagokan dua nama tersebut. Selain itu, munculnya dua kandidat wanita sebagai calon pucuk pimpinan wasit perdagangan dunia, menjadikan fase ini teramat penting.

Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, Uni Eropa cenderung mendukung Ngozi Okonjo-Iweala dan mungkin akan menandatangani posisi itu pada hari ini.

Pengamat lain mengatakan pemerintahan Donald Trump condong ke arah Yoo Myung-hee. Sementara itu, preferensi China dan ekonomi utama lainnya seperti Brasil dan India masih belum jelas.

WTO berencana menunjuk direktur jenderal baru bulan depan untuk menggantikan Roberto Azevedo dari Brasil, yang mengundurkan diri dari pekerjaannya pada akhir Agustus lalu, setahun sebelum masa jabatannya berakhir. Dia adalah orang keenam berturut-turut yang memimpin organisasi berusia 25 tahun itu.

Sementara itu, Pemilu AS dalam dua minggu ke depan berpotensi mengubah arah Negeri Paman Sam di WTO. Trump sebelumnya menyebut WTO sebagai alat bagi para globalis yang membiarkan kebangkitan ekonomi China tidak terkendali.

Jika Trump menang, para pembantunya telah mengindikasikan rencana untuk terus membentuk kembali WTO dengan ruang lingkup yang lebih sempit untuk menyelesaikan sengketa perdagangan.

"Kami tidak boleh mengabaikan kemungkinan bahwa ini bisa berakhir dengan kebuntuan dan bahwa hasilnya harus menunggu pemilihan AS dan apa yang diputuskan oleh pemerintahan berikutnya," kata Rufus Yerxa, mantan Wakil Direktur Jenderal WTO dan Kepala Dewan Perdagangan Luar Negeri Nasional AS, dilansir Bloomberg, Rabu (21/10/2020).

Seorang juru bicara kantor Perwakilan Dagang AS tidak menanggapi permintaan komentar. Sementara beberapa negara secara terbuka mengatakan siapa di antara dua wanita itu yang mereka dukung, proses tersebut membutuhkan konsensus dari 164 anggota WTO.

Adapun yang mengacaukan gambaran lebih jauh adalah aliansi perdagangan dari Afrika ke Asia yang tegang oleh tiga tahun perang tarif dan sentimen proteksionis yang meningkat oleh pandemi Covid-19.

Yoo telah berjuang untuk mendapatkan dukungan dari Jepang, sebagai mitra dagang dan saingan Korea Selatan. Hubungan perdagangan yang memburuk antara dua kekuatan ekspor pada awalnya membebani kampanye Yoo dan tetap menjadi pertimbangan penting di fase terakhir.

Dalam sebuah wawancara Jumat pekan lalu, Yoo mengakui bahwa dia mungkin harus berjuang keras.

"Saya yakin saya telah mendapatkan kepercayaan anggota melalui kerja keras, keringat, ketekunan, dan ketulusan. Saya akan terus melakukan itu," katanya.

Sementara itu, UE memiliki peran penting dalam membentuk putaran sebelumnya, ketika blok 27 negara itu memilih Yoo dan Okonjo-Iweala untuk menjadi kandidat pilihannya di tahap final. Putaran itu secara efektif menenggelamkan pencalonan Amina Mohamed dari Kenya.

Sejak daftar pendek pencalonan dipangkas menjadi dua nama awal bulan ini, baik Yoo dan Okonjo-Iweala telah bekerja di belakang layar untuk menopang dukungan. Daya tawar yang disodorkan kepada negara pendukung yakni empat posisi deputi direktur jenderal WTO.

Okonjo-Iweala, yang menjabat dua kali Menteri Keuangan Nigeria dan sekali sebagai menteri luar negeri, telah memposisikan dirinya sebagai orang luar, tidak pernah bekerja di WTO atau memimpin negosiasi kesepakatan perdagangan. Minggu lalu dia menyerukan untuk kembali ke sistem multilateral.

"Mari perkuat itu, itulah yang akan bermanfaat bagi dunia dan mari kita kurangi pertengkaran bilateral yang kita lihat," katanya.

Okonjo-Iweala mendapat dukungan kuat dari kelompok-kelompok termasuk 55 anggota Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat dan Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia dan Pasifik. Jika dukungan itu bertahan, Okonjo-Iweala akan mendapatkan suara dari sebagian besar benua Afrika.

Namun oleh pendukung Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Okonjo-Iweala dipandang terlalu dekat dengan internasionalis pro-perdagangan di Washington seperti Robert Zoellick, mantan presiden USTR dan Bank Dunia. Okonjo-Iweala yang menjabat Eksekutif Senior Bank Dunia di bawah Zoellick pada 2007 hingga 2011, adalah kandidat untuk menggantikannya ketika ia mengundurkan diri pada 2012.

Lighthizer sejak lama memandang skeptis WTO. Orang-orang yang dekat dengannya mengatakan dia lebih suka melihat kandidat yang lebih teknokratis seperti Yoo, menteri perdagangan Korea Selatan dan veteran 25 tahun yang telah membantu memperluas jaringan komersial negaranya melalui perjanjian bilateral dengan China, UE, Inggris, dan AS.

Yoo telah bekerja dengannya dalam negosiasi ulang perjanjian perdagangan di awal pemerintahan Trump. Sementara itu, masih belum jelas siapa yang didukung China karena tidak seperti UE, Beijing tidak mengumumkan preferensinya secara publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Donald Trump WTO
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top