Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setengah Pekerja Dunia Was-Was Kehilangan Pekerjaan Setahun ke Depan

Dalam survei terbarunya, Ipsos, lembaga riset marketing global, bekerja sama dengan World Economic Forum, menemukan 54 persen responden mengungkapkan keprihatinan tentang kehilangan pekerjaan dalam 12 bulan ke depan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  11:51 WIB
Pekerja pabrik Ford Motor sedang mengerjakan perakitan Ford Mustang 2015 di Ford Motor Flat Rock Assembly Plant di Flat Rock, Michigan, 20 Agustus 2015.  - Reuters
Pekerja pabrik Ford Motor sedang mengerjakan perakitan Ford Mustang 2015 di Ford Motor Flat Rock Assembly Plant di Flat Rock, Michigan, 20 Agustus 2015. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari separuh pekerja dunia takut kehilangan sumber penghidupannya dalam setahun ke depan.

Dalam survei terbarunya, Ipsos, lembaga riset marketing global, bekerja sama dengan World Economic Forum, menemukan 54 persen responden mengungkapkan keprihatinan tentang kehilangan pekerjaan dalam 12 bulan ke depan.

"Namun kekhawatiran mengenai kerentanan pekerjaan berbeda-beda di setiap negara. Di Rusia, tiga dari empat responden khawatir tentang hal ini, sedangkan di Jerman hanya satu diantaranya yang mengalami hal serupa," kata Ipsos dalam keterangan resminya, dilansir Selasa (20/10/2020).

Prevalensi kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan di tahun depan berkisar dari 75 persen di Rusia, 73 persen di Spanyol, dan 71 persen di Malaysia, hingga hanya 26 persen di Jerman, 30 persen di Swedia, dan 36 persen di Belanda dan Amerika Serikat.

Di negara Asia lain, angkanya juga bervariasi, yakni Korea Selatan (59 persen), China (38 persen), dan India (57 persen).

Sementara itu, kekhawatiran mengenai kemampuan mempelajari keterampilan baru juga disoroti dalam survei ini. Secara global, 67 persen pekerja dewasa mengaku dapat belajar dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan masa depan melalui perusahaan mereka saat ini.

Diantara 27 negara responden, keyakinan untuk dapat belajar keterampilan baru di pekerjaan saat ini tersebar luas di Spanyol (86 persen), Peru (84 persen), dan Meksiko (83 persen). Sebaliknya, kecenderungan terendah tercatat di Jepang (45 persen), Swedia (46 persen), dan Rusia (48 persen).

Secara global, pekerja lebih cenderung mengatakan dapat belajar dan mengembangkan keterampilan melalui perusahaan saat ini (67 persen) daripada mengungkapkan kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan mereka dalam 12 bulan ke depan (54 persen). Ada perbedaan 13 poin persentase antara dua hal tersebut.

Negara-negara dengan margin terbesar antara dua kecenderungan itu yakni Amerika Serikat dan Jerman. Sebaliknya, di Rusia, kekhawatiran kehilangan pekerjaan melebihi kemampuan yang dirasakan untuk memperoleh keterampilan. Pada tingkat yang lebih rendah hal yang sama terjadi di Malaysia, Polandia, Jepang, Turki, dan Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja lapangan kerja World Economic Forum
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top