Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi: Kesenjangan Melebar, Warga AS di Kota Lebih Makmur

Indeks Komunitas Tertekan menunjukkan perkotaan menjadi lebih makmur, sementara pinggiran kota tetap stabil.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  10:59 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan Economic Innovation Group, sebuah organisasi penelitian dan advokasi yang berbasis di Washington DC menunjukkan, jumlah orang yang hidup di perkotaan meningkat hampir dua kali lipat sejak 2000.

Namun, gambaran untuk daerah perkotaan di AS rumit karena 61 dari 100 kota terbesar tidak mengalami perubahan kemakmuran atau bahkan mengalami penurunan.

Indeks Komunitas Tertekan yang mengukur kemakmuran dan kesulitan menemukan bahwa 20,2 persen orang (18,6 juta) di daerah perkotaan hidup di kawasan yang makmur pada 2018, naik dari 14,6 persen (9,6 juta) pada 2000.

Jumlah orang makmur meningkat di kota-kota di Barat, seperti Provo, Utah, dan Colorado Springs, dan Colorado. Separuh dari semua kode pos perkotaan yang makmur secara nasional ada di Barat.

Indeks yang pertama kali diluncurkan pada 2015 itu mengukur kesejahteraan ekonomi menggunakan tujuh kategori yang diambil dari data sensus. Pada awal abad ke-21, daerah perkotaan sering dikaitkan dengan tekanan ekonomi. Namun hari ini, menurut indeks, perkotaan menjadi lebih makmur, sementara pinggiran kota tetap stabil.

Indeks tersebut menunjukkan bahwa lima dari 10 wilayah metropolitan teratas dengan kode pos paling makmur berada di Barat, wilayah yang mengalami pertumbuhan paling tinggi selama dua dekade terakhir. Kota-kota makmur ini, mendatangkan industri bergaji tinggi dan berkontribusi pada keseluruhan peluang kerja dan kemajuan bisnis.

"Mereka telah menjadi titik terang dalam perekonomian nasional selama beberapa tahun sekarang," kata Kenan Fikri, direktur penelitian di Economic Innovation Group, dilansir US News, Kamis (15/10/2020).

Dia mencatat bahwa beberapa kota di Pantai Barat yang berkinerja baik juga merupakan hub digital dan ekonomi teknologi.

"Mereka memiliki pekerjaan kerah putih dengan bayaran tinggi yang mempekerjakan banyak orang, dan mereka termasuk di antara orang-orang yang naik ke puncak," katanya.

Komunitas ras dengan warna kulit berbeda secara tidak proporsional cenderung mengalami kesulitan ekonomi. Kelompok kulit hitam, penduduk asli Amerika, Hispanik, Asia, dan individu dari berbagai ras membentuk lebih dari setengah total populasi komunitas yang tertekan (56,4 persen), meskipun mereka mewakili 39 persen populasi nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat kesenjangan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top