Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu AS Desak IMF Alihkan Dana Darurat Corona ke Pembiayaan Normal

Menkeu AS juga mendesak negara-negara G20 untuk mendukung kerangka kerja restrukturisasi utang yang diusulkan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  10:22 WIB
Menkeu AS Steven Mnuchin - Reuters/Fred Prouser
Menkeu AS Steven Mnuchin - Reuters/Fred Prouser

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mendesak Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia untuk bekerja dengan bijaksana untuk memerangi dampak ekonomi pandemi virus Corona.

Dia juga mendesak negara-negara G20 untuk mendukung kerangka kerja restrukturisasi utang yang diusulkan.

Dalam sebuah pernyataan kepada komite pengarah kedua institusi itu, Mnuchin mengatakan keduanya perlu terus memberikan pembiayaan, saran dan pengembangan kapasitas untuk membantu negara-negara yang terpukul pandemi. Menurutnya, miliaran dolar dana darurat yang telah dikucurkan perlu ditransisikan ke pengaturan pembiayaan normal.

"Sangat penting bagi Bank Dunia untuk mengelola sumber daya keuangan secara bijaksana dan transparan, dengan justifikasi yang jelas untuk alokasi ke negara-negara dengan akses yang kuat ke sumber pembiayaan lain, agar tidak membebani pemegang saham dengan seruan prematur untuk pembiayaan baru," kata Mnuchin, dilansir Channel News Asia, Kamis (15/10/2020).

Pernyataan Mnuchin, yang muncul saat IMF dan Bank Dunia mengadakan pertemuan tahunan minggu ini, tidak menyebutkan seruan dari negara lain agar IMF mengeluarkan alokasi baru Hak Penarikan Khusus. Departemen Keuangan AS menentang langkah itu karena mirip dengan bank sentral yang menciptakan ratusan miliar dolar cadangan mata uang baru untuk negara-negara anggota IMF.

Dia melanjutkan, Bank Dunia, yang mengumpulkan US$ 13 miliar modal baru dari para anggotanya pada 2018, harus menargetkan sumber daya di mana kebutuhannya paling tinggi dan tidak diperlukan penyesuaian kepemilikan saham tambahan.

Mnuchin yang mengawasi kepemilikan saham AS yang dominan di kedua institusi itu mengatakan IMF harus sepenuhnya menggunakan alat pembiayaan yang ada. Namun lembaga itu mungkin perlu lebih fleksibel dalam kondisi yang diberlakukannya pada negara peminjam, termasuk bagi mereka yang perlu merestrukturisasi utang luar negeri.

Dia mendesak para pemimpin IMF untuk terus memperbarui informasi kecukupan kapasitas pinjaman IMF sebesar US$ 1 triliun dan melaksanakan perluasan dana pinjaman krisis.

Mnuchin mengatakan IMF harus mendorong negara-negara dengan keadaan yang sangat sulit untuk beralih dari pembiayaan darurat ke program pembiayaan tradisional yang memerlukan reformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan.

"Bahkan saat IMF mengerahkan sumber dayanya untuk menanggapi krisis, ia juga harus tetap fokus pada pelaksanaan mandat inti stabilitas ekonomi dan keuangan global. Dalam konteks ini, kami menantikan dimulainya kembali pengawasan bilateral untuk memberikan kebijakan yang sangat dibutuhkan," kata Mnuchin

Mnuchin juga mengatakan bahwa kerangka utang baru yang akan membantu negara-negara berpenghasilan rendah merestrukturisasi utang, harus segera didukung oleh negara-negara G20. Dia mengatakan rencana tersebut, yang pada prinsipnya disepakati oleh para pemimpin keuangan G20, akan memberikan keringanan utang berdasarkan parameter umum, dengan pembagian beban yang adil yang mencakup semua kreditor bilateral swasta dan resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia amerika serikat imf
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top