Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi dan PM Jepang Bicara Kerja Sama Infrastuktur, Bahas Apa Saja?

Sejumlah proyek disebut dalam pertemuan antara PM Suga dengan Presiden Joko Widodo di istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  19:53 WIB
Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dan PM Jepang Yoshihide Suga beserta Delegasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (20/10/2020) sore.  - Setkab
Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dan PM Jepang Yoshihide Suga beserta Delegasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (20/10/2020) sore. - Setkab

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berkomitmen untuk memajukan kerja sama di bidang infrastruktur dengan Indonesia.

Sejumlah proyek disebut dalam pertemuan antara PM Suga dengan Presiden Joko Widodo di istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).

Jepang akan secara mantap memajukan kerja sama di bidang infrastruktur seperti MRT, kereta semi cepat jalur Jakarta-Surabaya, pembangunan Pelabuhan Patimban, pembangunan pulau-pulau terluar, dan kerja sama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi,” kata Suga.

Adapun diberitakan Bisnis sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengungkapkan pembangunan MRT Jakarta fase 2 terancam mengalami kemunduran akibat beberapa kendala yang terjadi di pengerjaan paket kontrak.

Satu di antaranya adalah tidak adanya ketertarikan kontraktor Jepang untuk terlibat dalam paket kontrak CP 206 meski sudah seringkali dipromosikan.

"Kondisi seperti ini terjadi karena pembangunan MRT Fase 2 dibiayai oleh JICA ODA Loan dengan skema Special Terms for Economic Partnership (Tied Loan), sehingga sangat terikat dengan kriteria kontraktor utama harus berasal dari Jepang. Namun demikian, ternyata Kontraktor Jepang terlalu konservatif dan tidak siap untuk mengambil risiko pembangunan di area fase 2,” ujar William.

Sementara itu, Presiden Jokowi pada bulan lalu meminta percepatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini dia yakin mampu mendongkrak ekspor, khususnya otomotif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pelabuhan Patimban menyedot nilai investasi sebesar Rp43,2 triliun. Kebutuhan lahan telah dihitung sebesar 369 hektare dengan backup area 345,2 hektare.

Pada 22 September, kata Airlangga, pengerjaan dermaga dan reklamasi Pelabuhan Patimban telah mencapai 81,98 persen. Pada saat yang sama Breakwater dan sea wall selesai 55,62 persen.

Akses jalan, dan back up area, masing-masing telah selesai 98,27 persen dan 79 persen. Paket akses jembatan yang prosesnya terbilang kecil dibandingkan yang lain, yakni 11,95 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi jepang infrastruktur Yoshihide Suga
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top