Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Kasus Guru Dipenggal, Prancis Bersiap Usir 231 Tersangka Ekstremis

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron mendapat tekanan dari partai-partai konservatif dan sayap kanan untuk mengambil sikap lebih keras terhadap warga yang dianggap menimbulkan ancaman keamanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  11:11 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters

Bisnis.com, PARIS - Penyerangan sadis terhadap seorang guru di Prancis yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya berbuntut panjang.

Seorang guru di pinggiran Kota Paris dipenggal seorang pria hingga tewas. Pelaku juga tewas setelah ditembak aparat keamanan.

Kini Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan keyakinan agama ekstremis.

Radio Europe 1 melaporkan pada Minggu, dua hari setelah seorang warga kelahiran Rusia memenggal seorang guru.

Kementerian Dalam Negeri Prancis, yang bertanggung jawab untuk mengusir orang asing, tidak bersedia berkomentar.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron mendapat tekanan dari partai-partai konservatif dan sayap kanan untuk mengambil sikap lebih keras terhadap warga yang dianggap menimbulkan ancaman keamanan.

Macron mengadakan pertemuan Dewan Pertahanan dengan menteri kabinet senior pada hari Minggu.

Sebelumnya seorang pria bersenjata pisau pada Jumat membunuh seorang guru sejarah sekolah menengah dengan menggorok leher korban di depan sekolah tempat di mengajar yang terletak di pinggiran kota Paris, kata polisi.

Serangan tersebut dianggap sebagai aksi terorisme.

Penyerang ditembak mati oleh polisi yang sedang melakukan patroli tidak jauh dari lokasi penyerangan.

Guru tersebut menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas, yang dianggap oleh umat Islam sebagai penghujatan, menurut sumber polisi.

Jaksa anti-teror Prancis mengatakan sedang menyelidiki serangan itu, yang terjadi di Conflans Sainte-Honorine, di barat laut Paris. Presiden Emmanuel Macron tiba di tempat kejadian pada Jumat malam.

Penyiar Prancis BFMTV melaporkan bahwa tersangka penyerang berusia 18 tahun dan lahir di Moskow.

Insiden itu menggemakan serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

Penerbitan karikatur Nabi Muhammad itu menimbulkan masalah di masyarakat Prancis.

Kurang dari sebulan yang lalu, seorang pria asal Pakistan menggunakan pisau daging untuk menyerang dan melukai dua orang yang sedang merokok di luar kantor tempat Charlie Hebdo bermarkas pada saat serangan 2015.

Dalam penyerangan hari Jumat, sumber polisi mengatakan bahwa saksi mendengar penyerang berteriak "Allahu Akbar". Seorang juru bicara polisi mengatakan bahwa informasi itu sedang diperiksa.

Sumber polisi lain juga mengatakan bahwa korban dipenggal dalam serangan itu, tetapi hal ini belum dikonfirmasi. Serangan itu terjadi di jalan depan sekolah menengah tempat korban bekerja.

Pernyataan Menteri Pendidikan Prancis

Atas peristiwa penyerangan terhadap seorang guru itu, Menteri Pendidikan Prancis menyampaikan pernyataannya melalui akun Twitter. 

"Malam ini, Prancis diserang, seorang guru dibunuh secara keji," tulis Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer di akun Twitter miliknya setelah kejadian tersebut.

"Persatuan kami dan tekad kami adalah satu-satunya respons kami atas aksi terorisme itu,"

Sebuah utas Twitter yang dikirim pada 9 Oktober berisi tuduhan bahwa seorang guru sejarah di Conflans Sainte-Honorine menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Utas itu berisi video seorang pria yang mengatakan putrinya, seorang Muslim, adalah salah satu murid di kelas itu. Dia terkejut dan kesal dengan tindakan gurunya.

Pria dalam video tersebut mendesak pengguna Twitter untuk mengadu kepada pihak berwenang. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut secara independen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis paris Kartun Nabi Muhammad

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top