Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelaku Pariwisata Promosikan Virtual Tour di Tengah Pandemi

Pemerintah daerah memiliki peran penting untuk melaksanakan pariwisata yang aman dengan berinovasi, terutama pada daerah dengan status zona hijau.
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, saat pertama kali dibuka di tengah pandemi Covid-19./Antara
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, saat pertama kali dibuka di tengah pandemi Covid-19./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Virtual tour dinilai menjadi salah satu cara menghidupkan pariwisata daerah di tengah pandemi.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Senin (19/10/20202). Dia mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting untuk melaksanakan pariwisata yang aman dengan berinovasi, terutama pada daerah dengan status zona hijau.

UCLG ASPAC merupakan divisi regional dari asosiasi kota pemda tingkat dunia untuk kawasan Asia Pasifik. Bermarkas di Jakarta, UCLG ASPAC menjadi bagian wilayah UCLG terbesar dengan jaringan melebihi 10.000 pemerintahan daerah,

"Virtual tour merupakan salah satu cara yang saat ini ditempuh agar pariwisata daerah tetap dapat hidup di tengah pandemi. Pemandu pemandu wisata dari 34 provinsi sudah dilatih secara gratis untuk mendukung upaya virtual tour ini," katanya dalam keterangan tertulis.

Peran pemda untuk menyediakan informasi kepada masyarakat sangat penting sekali. Dengan adanya virtual tour diharapkan kunjungan wisata tetap meningkat.

Menurutnya, sejak dimulainya era adaptasi kebiasaan baru, pemerintah berupaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dengan cara membuka objek wisata secara bertahap.

LOCALISE SDG’s, sebuah program kolaboratif UCLG ASPAC - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang didanai oleh Uni Eropa membantu pemerintah daerah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dalam upaya pemulihan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan.

“Melalui berbagai kegiatan virtual event telah mengungkapkan praktik baik yang menarik dalam mempromosikan destinasi wisata di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini, dengan tetap memastikan terlaksananya upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB,” katanya lebih lanjut.

Reza Permadi selaku COO dan Co-Founder Atourin mengatakan inovasi virtual tourism menjadi salah satu solusi untuk membantu pemandu wisata yang tidak dapat bekerja selama pandemi Covid-19. Virtual tour juga dapat memberikan informasi terkait lokasi wisata di daerah.

“Kami mulai mengajak mitra pemandu wisata di 34 provinsi dan melakukan pelatihan bagi para pemandu wisata secara gratis. Sudah 433 pemandu wisata yang mengikuti pelatihan ini.” jelasnya.

Berikutnya, PT. KA Wisata, sebagai anak Perusahaan Kereta Api Indonesia (PT KA Indonesia) menilai pariwisata digital sebagai sarana untuk mempromosikan paket aset-aset wisata dengan menggabungkannya dengan metode marketing 5.0. Inovasi ini dilakukan akibat target dan pendapatan yang turun secara drastis selama pandemi Covid-19.

“[Kami] meluncurkan virtual tour yang dimulai dari Lawang Sewu, dan Museum Kereta Api Ambawara yang berada di bawah naungan KAI.” ujar Otnial Eko P. selaku Manajer Tour and MICE PT Kereta Api Pariwisata.

Dengan teknis live streaming dan diskusi, peserta tour hadir secara real-time di lokasi dan studio KAP untuk menjawab pertanyaan, dan PT KA Wisata mengajak para pemandu wisata di Indonesia untuk bergabung.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper