Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Partai Nasdem Minta Tata Kelola Vaksinasi Covid-19 Harus Transparan

Pemerintah telah menyiapkan tiga sumber vaksin Covid-19 yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.
Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020./Antara-Reuters
Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020./Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menilai tata kelola vaksinasi Covid-19 harus transparan agar masyarakat memahami dan yakin akan kemampuan vaksin tersebut dalam membentuk kekebalan tubuh.

“Saat ini masyarakat bertanya-tanya bagaimana posisi Indonesia terkait pengadaan vaksin. Ketersediaan vaksin Covid-19 memang menjadi harapan masyarakat untuk keluar dari krisis akibat pandemi,” ujar Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Nasional Demokrat, Lestari Moerdijat dikutip dari cuitan akun Twitter resmi Partai Nasdem @NasDem, Senin (19/10/2020).

Tata kelola yang transparan tersebut meliputi perencanaan yang matang dari pemerintah dalam proses distribusi dan pengaplikasian vaksin Covid-19, tahapan proses ditemukannya vaksin, serta produksinya juga disosialisasikan kepada masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan tiga sumber vaksin Covid-19 yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac, rencananya mulai didistribusikan pada November 2020.

Untuk tahun ini, Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada November, dan 5 juta dosis (dual dose) G42/Sinopharm akan mulai datang juga pada bulan yang sama.

Sementara, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper