Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Boris Johnson Minta 'Lockdown' untuk Atasi Virus Corona, Pemerintah Regional Menolak

Para ilmuwan mendesak untuk kembali lockdown demi menghambat penyebaran Virus Corona.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020)./Bloomberg-Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020)./Bloomberg-Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA – Strategi penanganan Virus Corona oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kacau, setelah tiga hari diumumkan lantaran para pemerintah regional menolak regulasinya.

Adapun, para ilmuwan mendesak untuk kembali lockdown demi menghambat penyebaran Virus Corona.

London bakal mulai melakukan pengetatan pembatasan sosial mulai Sabtu (17/10/2020), yang melarang kunjungan antartetangga.

Namun, Wali Kota Manchester, Inggris Utara, melakukan pemberontakan terbuka, menolak permintaan Johnson untuk lockdown kecuali pemerintah pusat memberikan dukungan finansial yang lebih besar.

“Langkahnya salah kalau diterapkan di bagian termiskin di Inggris, lockdown jadi hantaman berat kalau tidak diberikan dukungan finansial, terutama bagi mereka yang bisnisnya terdampak,” kata Wali Kota Manchester Andy Burnham, dilansir Bloomberg, Jumat (16/10/2020).

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, dengan 138 kasus kematian baru pada Kamis (15/10/2020), Perdana Menteri Inggris menahan untuk tak melakukan lockdown kedua, dan menerapkan aturan pembatasan tiga tingkat di episentrum penyebaran Virus Corona.

Namun, Partai Buruh yang beroposisi dengan Johnson, mendukung dan condong untuk melakukan aturan circuit breaker yang juga direkomendasikan oleh para penasihat ilmiah pemerintah bulan lalu.

Di sisi lain, para ilmuwan masih mendorong untuk memutuskan rantai penularan dengan lockdown, tapi pun yakin kalau langkah tersebut sudah terlambat untuk menekan penyebaran virus sampai ke level seperti pada Agustus lalu.

Untuk saat ini, Johnson masih tetap pada pendiriannya untuk melakukan pembatasan regional di episentrum wabah Virus Corona.

Pada Kamis (15/10/2020) Menteri Kesehatan Matt Hancock mengumumkan aturan baru tersebut bakal diterapkan di Lodon mulai 00.01 waktu setempat Sabtu (17/10/2020).

Selain melarang berkunjun antarkeluarga, masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan transportasi publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper