Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Wilayah di Donggala Dilanda Banjir Bandang

Banjir bandang di dua Kecamatan Banawa Tengah dan Banawa Selatan, Donggala, Sulawesi Tengah terjadi pada Kamis (15/10/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  18:40 WIB
Banjir terjang Desa Powelua, Kabupaten Donggala, sebagai dampak dari fenomena alam La Nita. (Foto Antara/HO - Asgaf Umar)
Banjir terjang Desa Powelua, Kabupaten Donggala, sebagai dampak dari fenomena alam La Nita. (Foto Antara/HO - Asgaf Umar)

Bisnis.com, JAKARTA - Dua wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dilanda banjir bandang akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di provinsi tersebut selama beberapa hari terakhir.

Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut, kecuali kerugian material yang belum bisa diperinci.

"Saat ini masih dalam pendataan," kata Asgaf Umar, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Donggala dihubungi via telepon, Jumat (16/10/2020) malam.

Dia mengatakan banjir bandang di dua Kecamatan Banawa Tengah dan Banawa Selatan terjadi pada Kamis (15/10/2020) mulai sore sampai malam hari sehingga membuat warga terpaksa mengungsi sementara ke tempat-tempat yang aman.

Di Banawa Tengah tercatat sementara ini sebanyak tujuh desa yang terdampak bencana alam banjir.

Sementara itu, di Kecamatan Banawa Selatan ada enam desa yang juga terdampak banjir.

"Laporan yang kami peroleh, tidak ada korban jiwa dalam musibah fenomena alam tersebut," ujarnya.

Meksipun demikian, dia menyatakan banyak rumah penduduk di dua kecamatan itu yang terendam banjir dan mengalami kerusakan.

"Hanya saja data soal rumah dan warga yang terdampak bencana banjir baik di Kecamatan Banawa Tengah maupun Banawa Selatan belum ada," kata Asgaf yang juga adalah Ketua KONI Kabupaten Donggala itu.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Mutiara Palu sebelumnya mengatakan beberapa wilayah di Sulteng dalam beberapa hari ini dan ke depan berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi dari BMKG Pusat, puncak fenomena alam La Nina diprediksikan terjadi pada Januari - Februari 2021, tetapi curah hujan tinggi sudah dimulai dari Oktober 2020 sehingga perlu waspada terhadap dampak dari yang ditimbulkan.

Curah hujan yang tinggi sangat berpeluang terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bandang La Nina Donggala

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top