Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Dituding Hindari Pajak, Biden: Kapan Bayar? Insyaallah

Biden menggunakan ucapan Insyaallah yang biasa disebut oleh umat Islam saat mengungkapkan suatu harapan di masa yang akan datang yang berarti 'jika Allah mengizinkan'.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  05:15 WIB
Debat calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan penantangnya Joe Biden berlangsung Rabu (30/9/2020) waktu setempat. JIBI - Nancy Junita/Youtube
Debat calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan penantangnya Joe Biden berlangsung Rabu (30/9/2020) waktu setempat. JIBI - Nancy Junita/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Kandidat Calon Presiden AS dari Demokrat Joe Biden menggunakan kata Insyaallah saat debat capres AS yang pertama.

Hal ini diungkapkan saat moderator Chris Wallace dari Fox News bertanya kepada Presiden Donald Trump soal laporan pengemplangan pajak Trump. Trump dilaporkan hanya membayar pajak pendapatan ke federal US$750 pada 2016 dan 2017.

Saat itu, Trump menjawab dia telah membayar jutaan dolar. "Kapan? Insyaa Allah?," sahut Biden.

Biden menggunakan ucapan yang biasa disebut oleh umat Islam saat mengungkapkan suatu harapan di masa yang akan datang yang berarti 'jika Allah mengizinkan'.

Dalam debat tersebut, Trump mengklaim bahwa telah membayar US$38 juta pada tahun pertama dan US$27 juta pada tahun selanjutnya saat terpilih jadi presiden.

Biden langsung spontan meminta Trump dengan menunjukkan laporan pajaknya. "Dia membayar pajak lebih sedikit dari guru sekolah," kata Biden.

Dia menganggap Trump mencari keuntungan dari pajak pendapatan federal atau tax code.

"Anda adalah presiden terburuk yang pernah dimiliki AS," pungkas Biden sambil menggelengkan kepala.

New York Times baru-baru ini melaporkan bahwa Trump hanya membayar pajak pendapatan senilai US$750 kepada federal pada saat memenangkan kursi presiden.

Trump bahkan dilaporkan tidak membayar pajak sama sekali sejak 10 - 15 tahun yang lalu lantaran dia banyak mengalami kerugian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden Donald Trump Pilpres as 2020
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top