Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jack Ma Ramal Negara Berkembang dan Bisnis Kecil Jadi Pemimpin di Masa Depan

Oleh karena itu, Jack Ma mengingatkan agar perusahaan China untuk bergerak cepat meningkatkan bisnisnya dengan teknologi digital.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  09:36 WIB
Jack Ma, pendiri e-commerce raksasa dari China, Alibaba, tertawa saat acara di Universitas Tel Aviv, Israel, 3 Mei 2018. - Reuters
Jack Ma, pendiri e-commerce raksasa dari China, Alibaba, tertawa saat acara di Universitas Tel Aviv, Israel, 3 Mei 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam pertemuan dengan pebisnis, pendiri Alibaba Jack Ma mengingatkan agar pengusaha China untuk bersiap diri menghadapi digitalisasi dan globalisasi dunia.

Selain itu, dia berharap agar para pengusaha dan wirausahawan untuk melihat lebih jauh dari sekedar kesulitan jangka pendek.

Dalam China Green Companies Summit yang diadakan China Entrepreneur Club, Selasa (29/9/2020), dia juga mengungkapkan kemungkinan adanya pergeseran kepemimpinan dalam globalisasi.

"Globalisasi dipimpin oleh negara maju dan perusahaan besar di masa lalu, tetapi globalisasi ke depan akan dipimpin oleh negara berkembang dan bisnis kecil," ujar Jack Ma, dikutip dari South China Morning Post.

Jack Ma, yang mengundurkan diri sebagai pemimpin raksasa e-commerce Alibaba setahun lalu, mengatakan bisnis China harus memperhatikan permintaan 1,4 miliar dari konsumen dalam negeri, terutama yang berada di kota-kota yang relatif lebih kecil.

Menurut pria yang berusia 56 tahun, Amerika Serikat hanya memiliki 12 kota dengan populasi di atas satu juta pada tahun 2014. Sementara itu, China memiliki 167, dan kota-kota di Tiongkok ini memiliki potensi bisnis yang besar.

"Karena 300 juta konsumen Amerika telah mendorong putaran terakhir globalisasi, putaran baru akan didorong oleh 1,4 miliar konsumen China," tegasnya.

China ke depannya tidak hanya menjadi produsen semata, tetapi akan lebih menjadi konsumen.

"China akan mengubahnya dari negara jual, jual, dan lebih banyak jual menjadi negara beli, beli, dan lebih banyak beli.”

Menurutnya, China di masa lalu hanya berkutat tentang orang, mesin, dan uang. China di masa depan akan mengutamakan informasi, layanan dan pengakuan nilai.

Di sisi lain, Jack Ma menjelaskan bahwa pebisnis China juga harus mengejar bisnis di luar negeri sambil tetap rendah hati dalam prosesnya.

“Apa yang ingin kami menangkan saat keluar bukan hanya untung, tetapi juga rasa hormat; apa yang ingin kami tunjukkan bahwa China bukanlah negara yang kuat, tetapi negara yang baik dan indah, dan kami tidak mengekspor kapasitas yang berlebihan tetapi menciptakan nilai baru dan berbeda."

Dalam pidatonya di akhir 2019, Jack Ma juga memperingatkan pengusaha Tiongkok bahwa 2019 akan sangat sulit tetapi kesulitan baru saja dimulai.

Pesaing paling berbahaya untuk bisnis yang sudah mapan bukanlah mereka yang telah Anda hadapi dalam satu atau dua dekade terakhir, tetapi mereka yang belum pernah Anda dengar," tegasnya.

Oleh karena itu, Jack Ma mendesak perusahaan China untuk bergerak cepat meningkatkan bisnisnya dengan teknologi digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

usaha kecil digitalisasi negara berkembang jack ma
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top