Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada 127 Dokter dan 92 Perawat Meninggal Akibat Virus Corona

Pandemi virus corona di Indonesia telah membunuh jiwa ratusan tenaga kesehatan di Indonesia.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 29 September 2020  |  15:40 WIB
Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kematian tenaga kesehatan terus meningkat di tengah penanganan kasus virus corona di Indonesia.

Tim Mitigasi PB IDI bersama dengan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat total 127 dokter, 9 dokter gigi (6 dokter gigi umum, 3 dokter gigi spesialis) dan 92 perawat telah meninggal dunia akibat Covid-19.

Dari 127 dokter yang wafat, terdiri dari 66 dokter umum dengan 4 diantaranya merupakan guru besar dan 59 dokter spesialis dengan 4 diantaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen.

Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang ( Kota/Kabupaten). Sementara berdasarkan data provinsi, secara terperinci yakni Jawa Timur 31 dokter, Sumatra Utara 21 dokter, DKI Jakarta 17 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter.

Kemudian, Sumatra Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 3 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 1 dokter, Banten 1 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi IDI, dr Eka Ginandjar, mengatakan angka yang meningkat pesat ini dikarenakan sebagian besar masyarakat tidak memahami pelaksanaan aturan Adaptasi Kehidupan Baru dan masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Munculnya kluster-kluster baru di setiap area dan bidang merupakan hal yang patut diwaspadai saat ini. "Penggunaan Masker yang baik dan benar sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 termasuk menjaga diri kita dan orang lain yang kita sayangi dari tertular Covid-19 maka langkah 3M harus dilaksanakan," tegasnya dalam siaran pers, Selasa (29/9/2020)

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Drg RM Sri Hananto Seno mengatakan bahwa para dokter gigi yang meninggal rata-rata tertular pada saat memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada pasien Covid-19 tanpa gejala.

Ada pula yang tertular sedang bertugas di Rumah sakit umum, Rumah sakit khusus gigi dan mulut, Puskesmas, serta klinik tempat berpraktek.

Oleh karena itu, PDGI  menghimbau kepada para dokter gigi dan masyarakat untuk melakukan konsultasi medis melalui telp dental medicine untuk mengurangi angka penularan antara pasien ke dokter gigi.

Apabila dibutuhkan penanganan langsung secara tatap muka, diharapkan pasien juga membersihkan mulut terlebih dahulu sebelum bertemu dokter gigi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditentukan serta dokter gigi yang melayani menggunakan Alat Pelindung Diri sesuai standar, untuk mengurangi  penularan/transmisi Covid19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut yang merupakan sumber utama penularan.

Selain dokter dan dokter gigi, jumlah perawat yang meninggal akibat Covid juga meningkat. Tercatat 92 perawat meninggal dunia akibat Covid-19) ditambah ribuan dalam status terinfeksi dan sedang diisolasi.

Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhilah, meminta bahwa perlindungan terhadap para tenaga kesehatan dari perawat hingga dokter dan dokter gigi sebagai benteng terakhir dalam melawan Covid-19 ini, menjadi tanggung jawab semua aspek: baik masyarakat, pemerintah, juga pemilik, dan pengelola fasilitas kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter dokter meninggal Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top