Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Segera Terbitkan Perpres untuk Vaksin Covid-19

Substansi rancangan perpres tentang vaksin Covid-19 telah disempurnakan dengan memasukkan poin untuk kondisi kahar atau force majeur.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 September 2020  |  13:23 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden pengadaan dan distribusi vaksin virus Corona (Covid-19). Saat ini prosesnya dalam permintaan paraf menteri.

Seperti diketahui, Indonesia akan membutuhkan 540 juta dosis vaksin virus Corona. Hal ini berdasarkan perhitungan total populasi di negara ini dan kebutuhan vaksin sebanyak dua dosis per orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa substansi rancangan perpres telah disempurnakan dengan memasukkan poin untuk kondisi kahar atau force majeur.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan roadmap pelaksanaan vaksin, mulai dari pembentukan tim teknis penyusunan, review timeline, penyusunan konsep peraturan menteri kesehatan, dan sinkronisasi strategi komunikasi publik.

Airlangga juga mengatakan akan ada program dashboard tracing vaccine yang akan memuat single data berbasis BPJS dan nomor kependudukan. Dalam dashboard ini akan ada daftar prioritas penerima vaksin.

Selain itu, dashboard tersebut juga akan digunakan untuk melakukan tracing efektivitas dari vaksin.

“Di mana nanti vaksin itu perlu tracing siapa yang mendapatkan dan bagaimana efektivitasnya,” kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (28/9/2020).

Dia melanjutkan bahwa dalam hal itu pemerintah telah menyiapkan Rp3,8 triliun dalam APBN 2020 terkait vaksin. Pada tahun depan, anggaran vaksin yang dialokasikan sebesar Rp18 trilun. Secara total, hingga 2022, perhitungan pemerintah terhadap anggaran kebutuhan vaksin sebesar Rp37 triliun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat meminta jajarannya untuk membuat detail rencana vaksinasi. Dengan demikian saat vaksin telah ada, pelaksanaan di lapangan dapat segera dilakukan.

“Saya minta dua minggu ini sudah ada perencanaan detail, kapan dimulai, lokasi di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” kata Presiden.

Adapun, vaksin dalam jumlah masif paling cepat akan hadir di Indonesia pada tahun depan. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara PT Bio Farma (persero) dan perusahaan asal China Sinovac.

Calon vaksin tersebut saat ini dalam proses uji klinis terakhir atau tahap ketiga di Bandung, Jawa Barat. Menter Luar Negeri Retno Marsudi mengklain proses uji klinis berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top