Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta Detail Rencana Vaksinasi Corona Rampung dalam 2 Pekan

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk segera menyerahkan rencana detail mengenai vaksinasi Covid-19 dalam kurun dua pekan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 September 2020  |  10:38 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk membuat detail rencana vaksinasi. Dengan demikian, saat vaksin telah ada, pelaksanaan di lapangan dapat segera dilakukan.

“Saya minta dua minggu ini sudah ada percenanaan detail, kapan dimulai, lokasi di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada, itu tinggal langsung implementasi pelaksanaan di lapangan,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Adapun, vaksin dalam jumlah masif paling cepat akan hadir di Indonesia pada tahun depan. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengklaim PT Bio Farma (Persero) mampu memproduksi vaksin sebanyak 350 juta dosis vaksin pada 2021. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yaitu sebanyak 290 juta dosis.

Arya menyatakan Biofarma telah mengamankan bahan baku untuk memproduksi 250 juta dosis vaksin. Stok bahan baku tersebut terus diupayakan agar meningkat.

“Kami sudah mendapatkan [tambahan bahan baku] 80 juta [dosis], jadi totalnya 250 juta,” kata Arya.

Selain tengah berupaya menggenjot proses pengembangan dan produksi vaksin dalam negeri, Indonesia juga bakal menerima vaksin buatan sejumlah produsen dari negara lain seperti Sinovac dari China dan G42 dari Uni Emirat Arab.

Vaksin hasil kerja sama dengan negara lain, kata Arya, akan digunakan sembari menunggu pengembangan vaksin buatan dalam negeri, Merah Putih. Proses pengembangan antivirus yang menggunakan strain virus Corona yang berada di Indonesia akan digenjot karena kebutuhan dalam negeri akan sangat besar.

Sebelumnya, Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 menilai Indonesia membutuhkan vaksin sebanyak 540 juta dosis tahun depan. Jumlah itu didasarkan pada kebutuhan vaksin untuk seluruh rakyat, yakni setiap orang membutuhkan 2 kali vaksinasi dalam satu tahun.

“Dari penelitian di tahap awal ada kemungkinan pemberian vaksin ini bisa lebih dari sekali untuk setiap individu, jadi kalau penduduk kita itu sekitar 270 juta, pada hari ini misalkan, maka yang harus divaksinasi nanti atau vaksinasi yang harus diberikan berarti minimal 540 juta,” kata Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Ketua Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 Bambang Brodjonegoro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top