Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tegal Pelopor Lock Down dan Covid-19 Terendah, Tercoreng Kasus Konser Dangdut

Kota Tegal dibikin heboh kasus konser dangdut yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 26 September 2020  |  21:57 WIB
Sejumlah warga tidak mengenakan masker menyaksikan musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2020). Konser musik dangdut yang diadakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad untuk perayaan pernikahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut dihadiri banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker dan tidak jaga jarak. - Antara - Oky Lukmansyah
Sejumlah warga tidak mengenakan masker menyaksikan musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2020). Konser musik dangdut yang diadakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad untuk perayaan pernikahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut dihadiri banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker dan tidak jaga jarak. - Antara - Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kota Tegal dibikin heboh kasus konser dangdut yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

Konser dangdut di tengah pandemi Covid-19 tersebut digelar di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah Rabu malam (23/9/2020) sebagai rangkaian dari acara khitanan anak Wakil Ketua DPRD Kota Tegal.

Menurut laporan Antara edisi Jumat (25/9/2020), Pelaksanaan hiburan tersebut diduga tidak memperoleh izin dari kepolisian karena menghadirkan banyak orang di tengah pandemik Covid-19.

Konser musik dengan dihadiri banyak massa di tengah Pandemi Covid-19 sungguh tak bisa dinalar dan itu jelas-jelas mencemarkan nama baik Kota Tegal.

Masih ingat saat Covid-19 melanda Maret tahun ini? Jauh sebelum konsel PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan awal April, Kota Tegal sudah berani membuat terobosan dengan menerapkan lock down.

Baca Juga : Kora Tegal Lockdown

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menginstruksian pemblokiran pintu masuk ke Kota Bahari itu selama 4 bulan mulai 30 Maret hingga 30 Juli.

Lock down kota tegal tersebut menjadi buah bibir secara nasional karena merupakan sebuah terobosan yang berani, ketika belum ada regulasi resmi dari pemerintah pusat.

Konsistensi Dedy Yon Supriyono untuk menjaga ketat Kota Tegal membuahkan hasil yang sangat signifikan. Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, kasus positif Covid-19 di Kota Tegal mencapai 84 orang dan menempati posisi paling buncit di Jateng, yang mencakup 35 wilayah kabupaten/Kota.

Menempati jumlah kasus paling kecil di Jateng, Kota Tegal adalah satu-satunya wilayah dengan jumlah kasus di bawah 100.

Berikut urutan jumlah kasus positif Covid-19 di Jateng hingga Sabtu (26/7/2020).

No.WilayahTerkonfirmasiNo.WilayahTerkonfirmasi
1Kota Semarang4.90519Banyumas399
2Demak1.52720Rembang340
3Kudus1.48421Pati327
4Jepara1.44622Batang324
5Kendal90223Pemalang306
6Semarang77024Klaten272
7Boyolali76325Banjarnegara213
8Sukoharjo58126Tegal205
9Purworejo49027Pekalongan191
10Grobogan48228Cilacap179
11Kota Surakarta47229Kota Magelang164
12Magelang46830Purbalingga161
13Sragen46531Kota Salatiga161
14Wonosobo44632Brebes161
15Karanganyar43933Kota Pekalongan150
16Kebumen41434Wonogiri148
17Blora41435Kota Tegal84
18Temanggung406   


Kapolsek Dicopot

Sayang sekali, reputasi Kota Tegal tersebut tercoreng oleh kasus konser dan itu digelar oleh Wakil Ketua DPRD yang notabene-nya adalah bagian dari unsur pemerintah untuk menegakkan protokol Covid-19.

Yang jelas, proses hukum terus berjalan untuk memproses pelanggaran protokol Covid-19 tersebut.

Wasmad selaku penyelenggara acara telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Kamis (24/9/2020).

Sementara itu dari Jakarta dilaporkan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi mencopot Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno buntut konser dangdut tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyatakan saat ini Joeharno telah dinonaktifkan dari jabatannya untuk menjalani proses pemeriksaan internal.

"Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa oleh Propam," ujar Argo, Minggu (26/9/2020), seperti dilaporkan Antara.

Argo mengatakan Polri juga tengah melakukan pendalaman berdasarkan LP bernomor LP/A/91/IX/2020/Jateng/Res Tegal Kota tertanggal 25 September 2020 atas dugaan pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang No 6/2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.

Hal tersebut disebabkan penyelenggaraan acara dangdut yang menimbulkan kerumunan massa sehingga dimungkinkan menimbulkan percepatan penyebaran COVID-19 atau klaster baru penularan.

Selain itu, kata Argo, beberapa barang bukti juga turut diamankan terkait konser dangdut tersebut.

"Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dan terlapor Wasmad Edi Susilo," ucap Argo.

Sebelumnya, Wasmad menggelar hajatan dengan konser dangdut yang dihadiri ribuan orang di Lapangan Tegal Selatan.

Pelaksanaan hiburan tersebut diduga tidak memperoleh izin dari kepolisian karena menghadirkan banyak orang di tengah pandemi COVID-19.

Wasmad selaku penyelenggara acara telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Kamis (24/9).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dangdut tegal covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top