Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Temukan Kasus OTG Covid-19 di Pelabuhan Qingdao

China telah menangguhkan impor sejumlah komoditas dari Ekuador, Brazil, dan Indonesia dalam beberapa hari terakhir setelah adanya penemuan pathogen virus pada kemasan makanan beku.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 September 2020  |  10:31 WIB
Seorang anggota staf membersihkan konter bagian makanan laut di jaringan 7Fresh JD.com sebelum toko dibuka, saat negeri tersebut sedang dilanda penularan virus corona baru, di Kota Yizhuang, Beijing, China, Sabtu (8/2/2020). Foto diambil tanggal 8 Februari 2020.  - Antara/Reuters
Seorang anggota staf membersihkan konter bagian makanan laut di jaringan 7Fresh JD.com sebelum toko dibuka, saat negeri tersebut sedang dilanda penularan virus corona baru, di Kota Yizhuang, Beijing, China, Sabtu (8/2/2020). Foto diambil tanggal 8 Februari 2020. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China menemukan dua kasus baru Covid-19 tanpa gejala dari Pelabuhan Qingdao.

Kedua pegawai tersebut bertanggung jawab untuk membongkar muatan produk seafood beku, menambah kekhawatiran bahwa aktivitas impor bisa menjadi media penularan virus Corona.

Kasus yang ditemukan di Provinsi Shandong ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 Agustus 2020. China juga tidak melaporkan adanya infeksi lokal tanpa gejala sejak 15 Agustus 2020.

Berbeda dengan negara-negara lain, China memisahkan kasus Covid-19 dengan gejala dan tanpa gejala dalam perhitungan statistiknya. Jika pasien sudah menunjukkan gejala maka pasien tersebut akan dipindah ke kategori bergejala.

Penemuan kasus baru ini bakal meningkatkan kekhawatiran China terhadap kemungkinan penularan virus Corona melalui proudk-produk impor. Jejak pathogen virus bahkan berulang kali ditemukan di produk makanan beku, impor seafood dan daging, dan juga pada kemasannya.

China telah menangguhkan impor sejumlah komoditas dari Ekuador, Brazil, dan Indonesia dalam beberapa hari terakhir setelah adanya penemuan pathogen virus pada kemasan makanan beku.

Ketika U.S. Food and Drug Administration menyatakan belum ada bukti bahwa virus Corona bisa menular melalui makanan dan kemasan, peneliti China justru menemukan kandungan virus Corona pada produk salmon dingin yang telah terinfeksi selama beberapa hari.

Di Selandia Baru, periode bebas Covid-19 harus berakhir ketika ada penemuan kasus Covid-19 pada seorang pegawai pabrik penyimpanan dingin di Auckland. Tetapi temuan awal dari kasus itu tidak menemukan adanya transmisi penularan virus Corona melalui kemasan produk makanan beku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top