Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Heboh FinCEN Files yang Menguak Rahasia Bank Besar Dunia. Ini Penjelasannya

Dokumen yang dikenal dengan nama FinCEN files ini mengungkap serangkaian kebocoran dan kebobrokan perbankan selama lima tahun terakhir. Dokumen ini juga mengungkap kesepakatan rahasia, pencucian uang, dan tindak kejahatan keuangan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 September 2020  |  08:51 WIB
 Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay
Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay

Bisnis.com, JAKARTA - Dokumen bocor yang menunjukkan data transaksi dengan nilai sekitar US$2 triliun telah menguak praktik beberapa bank terbesar di dunia yang mengizinkan aktor kriminal untuk memindahkan 'uang kotor' ke seluruh dunia.

Dokumen yang membuat heboh dunia ini menunjukkan bagaimana oligarki Rusia telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi yang seharusnya menghentikan mereka menyalurkan uang mereka ke Barat.

Dokumen yang dikenal dengan nama FinCEN files ini mengungkap serangkaian kebocoran dan kebobrokan perbankan selama lima tahun terakhir. Dokumen ini juga mengungkap kesepakatan rahasia, pencucian uang, dan tindak kejahatan keuangan.

Apa itu FinCEN files?

FinCEN files terdiri lebih dari 2.500 dokumen, sebagian besar adalah file yang dikirim bank ke otoritas AS antara tahun 2000 dan 2017. Perbankan khawatir terkait dengan kegiatan yang dilakukan klien mereka.

Dokumen-dokumen ini adalah beberapa rahasia sistem perbankan internasional yang paling dijaga ketat. Bank menggunakannya untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan tetapi itu bukan bukti perbuatan kejahatan.

Dokumen ini dibocorkan ke Buzzfeed News dan dibagikan ke grup jurnalis investigasi di seluruh dunia, termasuk ke 108 organisasi berita di 88 negara.

Akronim FinCEN?

Dikutip dari BBC, FinCEN adalah Jaringan Penegak Kejahatan Keuangan AS. Jaringan ini terdiri dari orang-orang di Departemen Keuangan AS yang memerangi kejahatan keuangan. Kekhawatiran tentang transaksi yang dilakukan dalam dolar AS perlu dikirim ke FinCEN, bahkan jika itu terjadi di luar AS.

Laporan aktivitas mencurigakan, atau suspected activity reports (SAR), adalah contoh bagaimana masalah tersebut dicatat. Bank harus mengisi salah satu laporan ini jika khawatir salah satu kliennya mungkin akan melakukan sesuatu yang tidak baik. Laporan tersebut dikirim ke pihak berwenang.

Mengapa data ini penting?

Jika ingin mendapatkan keuntungan dari perusahaan kriminal, salah satu hal yang harus dilakukan adalah pencucian uang.

Pencucian uang adalah proses mengambil uang kotor dari hasil kejahatan seperti perdagangan narkoba atau korupsi dan memasukkannya ke rekening bank terkemuka yang tidak akan dikaitkan dengan kejahatan.

Dilansir oleh BBC, proses yang sama diperlukan oleh seorang oligarki Rusia yang telah dikenakan sanksi oleh negara-negara Barat untuk mentransfer uangnya ke negara tersebut.

Bank seharusnya memastikan bahwa mereka tidak membantu klien untuk mencuci uang atau memindahkannya dengan cara yang melanggar aturan.

Secara hukum, perbankan harus tahu siapa klien mereka - tidak cukup hanya mengajukan SAR dan tetap menerima uang kotor dari klien sambil mengharapkan pihak berwenang untuk menangani masalah tersebut.

Jika perbankan memiliki bukti aktivitas kriminal, perbankan harus berhenti memindahkan uang tunai.

Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) mengatakan file yang bocor adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui terkait dengan arus besar uang kotor di seluruh dunia.

Dia mengatakan dokumen itu juga menyoroti jumlah uang yang luar biasa besar yang terlibat.

Dokumen dalam FinCEN files yang mencakup data transaksi sekitar US$2 triliun itu hanya sebagian kecil dari SAR yang diajukan selama periode tersebut.

Apa yang diungkap oleh FinCEN files?

- HSBC mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar uang curian di seluruh dunia, bahkan setelah mengetahui dari penyelidik AS bahwa skema tersebut adalah penipuan.

- JP Morgan mengizinkan sebuah perusahaan untuk memindahkan lebih dari US$1 miliar melalui rekening London tanpa mengetahui siapa yang memilikinya. Bank tersebut kemudian menemukan bahwa perusahaan itu mungkin dimiliki oleh mafia dalam daftar 10 Orang Paling Dicari FBI.

- Bukti bahwa salah satu rekan terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang dimaksudkan untuk menghentikannya menggunakan layanan keuangan di Barat. Sebagian uang tunai milik rekan presiden Rusia tersebut digunakan untuk membeli karya seni.

- Inggris disebut sebagai wilayah yurisdiksi yang berisiko lebih tinggi seperti Cyprus, menurut divisi intelijen FinCEN. Hal tersebut dikarenakan jumlah perusahaan yang terdaftar di Inggris yang muncul di SAR. Lebih dari 3.000 perusahaan. Jumlah tersebut lebih banyak dari negara lain.

- Bank sentral Uni Emirat Arab gagal menindaklanjuti peringatan tentang perusahaan lokal yang membantu Iran menghindari sanksi.

- Deutsche Bank memindahkan uang kotor pencucian uang untuk kejahatan terorganisir, teroris dan pengedar narkoba.

- Standard Chartered memindahkan uang tunai untuk Arab Bank selama lebih dari satu dekade setelah rekening klien di bank Yordania diketahaui telah digunakan untuk mendanai terorisme.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pencucian uang
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top