Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mendikbud: Pelajaran Sejarah Tidak Akan Dihapus dari Kurikulum

Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 September 2020  |  20:27 WIB
Ilustrasi-Pameran foto sejarah Indonesia - Antara
Ilustrasi-Pameran foto sejarah Indonesia - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan mata pelajaran Sejarah tidak akan dihilangkan dari kurikulum nasional.

"Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," ujar Nadiem dalam video yang diunggah akun resmi Twitter Kemendikbud @Kemdikbud_RI, Minggu (20/9/2020).

Menurut Nadiem isu penghapusan mata pelajaran Sejarah merupakan isi salah satu presentasi internal Kemendikbud yang bocor ke masyarakat terkait rencana penyederhanaan kurikulum.

Kemendikbud masih terus mengkaji rencana penyederhanaan kurikulum pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan kajian yang terus dilakukan tersebut memperhatikan berbagai hasil evaluasi implementasi kurikulum.

Kemendikbud memperhatikan evaluasi yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat serta perubahan paradigma keragaman, bukan keseragaman dalam implementasi kurikulum.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa penyederhanaan kurikulum masih tahapan awal dan membutuhkan proses serta pembahasan yang panjang.

“Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2020).

Totok menegaskan bahwa isu pelajaran sejarah akan keluar dari kurikulum tidaklah benar.

“Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan. Nilai-nilai yang dipelajari dalam sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sejarah Nadiem Makarim
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top