Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Perbankan Jepang Berharap Besar pada PM Suga

Perbankan berharap kehadiran Suga bisa mempercepat digitalisasi di sektor perbankan.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 17 September 2020  |  18:01 WIB
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menjadi salah satu calon kuat untuk penganti Shinzo Abe - Bloomberg
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menjadi salah satu calon kuat untuk penganti Shinzo Abe - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan adanya transisi pada jabatan Perdana Menteri (PM) Jepang pekan ini, industri perbankan berharap ada gebrakan signifikan yang dihadirkan Yoshihide Suga.

Adapun, terobosan yang paling dinanti dunia perbankan Negeri Sakura tersebut ialah terkait digitalisasi sistem pembayaran.

"Saya punya ekspektasi tinggi terhadap laju digitalisasi oleh pemerintah. Pandemi Covid-19 ini menyadarkan betapa kami sebenarnya tertinggal jauh [dalam aspek digitalisasi] dibandingkan negara lain," tutur kepala Asosiasi Perbankan Jepang Kanetsugu Mike, seperti diwartakan Bloomberg Kamis (17/9/2020).

Suga, yang menggantikan PM sebelumnya Shinzo Abe, berkata bahwa dirinya akan meneruskan program yang sudah ada. Utamanya terkait kebijakan fiskal, perbaikan moneter dan restrukturisasi.

Meski demikian, dia juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi. Reformasi pun akan dilakukan di berbagai instansi termasuk perbankan, di antaranya dengan melakukan merger terhadap bank-bank regional.

Menyoal contoh terakhir, Mike mengatakan bahwa Suga sebaiknya tidak tergesa-gesa. Sebelum melakukan merger, ada baiknya bank-bank regional saling berdiskusi untuk menyepakati rencana strategis jangka panjang.

Hal senada diutarakan Kepala Asosiasi Bank Regional Jepang Yasuyoshi Oya.

"Dalam konteks deposit tradisional dan memberi pinjaman, bisa dikatan bahwa bank [regional] jumlahnya terlalu banyak. Tapi, yang terpenting dari wacana pemangkasan ini adalah bagaimana kami bisa menawarkan jasa yang menggiurkan dan mengubah model bisnis yang ada."

Oya mengatakan langkah itu bakal memakan waktu.

"Waktu sangat dibutuhkan, dan memang itulah rintangan utamanya." Oleh karena itu, Oya mengingatkan agar pemerintah bersedia mendengar masukan-masukan yang diberikan berbagai pihak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Yoshihide Suga

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top