Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Israel, UEA, dan Bahrain Normalisasi Hubungan, Indonesia Tetap Bela Palestina

Indonesia tidak akan mengubah komitmennya untuk berpihak kepada Palestina seiring normalisasi hubungan politik antara dua negara Arab dengan Israel.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 17 September 2020  |  16:55 WIB
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat. - Bloomberg/Kobi Wolf
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat. - Bloomberg/Kobi Wolf

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia tidak akan mengubah komitmennya untuk berpihak kepada Palestina seiring normalisasi hubungan politik antara dua negara Arab dengan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bagi Indonesia, penyelesaian Palestina perlu menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB terkait, serta parameter yang disepakati secara internasional termasuk two state solution (solusi dua negara).

“Normalisasi hubungan UEA - Israel dan Bahrain - Israel tidak akan mengubah posisi Indonesia tentang Palestina,” ujarnya dalam press briefing, Kamis (17/9/2020).

Inisiatif perdamaian antara Israel - Palestina tidak boleh menggagalkan menggagalkan keputusan yang telah dibuat melalui Arab Peace Initiative dan resolusi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait.

Arab Peace Initiative merupakan negosiasi perdamaian antara negara Arab dengan Israel pada 2002 yang isinya berupa perjanjian bahwa Israel akan mundur dari wilayah sengketa termasuk Tepi Barat, Gaza, dan Dataran Tinggi Golan di perbatasan Suriah. Selain itu, perjanjian damai itu juga mencakup berdirinya negara Palestina dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya.

“Oleh karena itu, sudah waktunya mempertimbangkan inisiatif dan kesepakatan itu diarahkan kepada upaya untuk memulai kembali proses multilateral yang kredibel,” ujarnya.

Hal ini akan memungkinkan equal footing (hak dan kondisi yang setara) bagi seluruh pihak yang didasarkan pada parameter internasional yang disepakati.

Kementerian Luar Negeri RI memahami minat UEA dan Bahrain untuk menyediakan ruang bagi kedua pihak bernegosiasi sehingga dapat mengubah pendekatan penyelesaian Israel - Palestina melalui kesepakatan ini.

Namun, efektivitas kesepakatan tersebut sangat bergantung pada komitmen Israel dalam menghormatinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bahrain pada Jumat (11/9/2020) bergabung dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk meresmikan hubungan dengan Israel. Pada Agustus, UEA sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh AS.

Kedua negara ini menyusul hubungan diplomatik Mesir dan Yordania yang telah menyepakati hubungan diplomatik dengan Israel sejak puluhan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu israel bahrain uea
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top