Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ateria Dahlan Semprot Komnas HAM karena Mengkritik DPR

Politikus PDIP Arteria Dahlan meminta Komnas HAM tak lagi-lagi mengkritisi kerja DPR dalam membuat undang-undang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 September 2020  |  11:12 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. - Antara
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuan (PDIP) Arteria Dahlan bereaksi keras terhadap kritik yang disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait pembahasan rancangan undang-undang yang dilakukan DPR.

Anggota DPR RI itu bahkan 'mengancam' akan membongkar borok Komnas HAM yang kerap mengkritik DPR.

"Bapak tidak boleh menghasut apalagi menjadi provokator. Minta DPR menghentikan membahas rancangan undang-undang, Bapak ini siapa?" kata Arteria dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR RI, Selasa (15/9/2020).

Dia pun meminta Komnas HAM tak lagi-lagi mengkritisi kerja DPR dalam membuat undang-undang.

"Jadi jangan kritisi DPR Pak, DPR itu sangat menghormati kelembagaan. Sekali nyentuh DPR, kami bongkar boroknya Bapak kayak apa," kata Arteria.

Komnas HAM sebelumnya memang memberikan catatan untuk DPR terkait pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Komnas HAM menilai pembahasan RUU ini menimbulkan banyak kekecewaan dari masyarakat lantaran dianggap tergesa-gesa dan minim ruang partisipasi masyarakat.

"Setelah kami kaji baik-baik, kami merekomendasikan kepada Presiden RI dan DPR agar tak melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law dalam rangka penghormatan, perlindungan, pemenuhan HAM bagi seluruh rakyat indonesia,” ujar Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers virtual pada Kamis (13/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr komnas ham

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top