Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2 Dekade, 100 Juta Ha Hutan Lenyap, Cek Kondisi Sejumlah Negara

Menurut FAO, proporsi hutan terhadap total luas lahan turun dari 31,9 persen pada 2000 menjadi 31,2 persen pada 2020, sekarang menjadi sekitar 4,1 miliar hektare.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 16 September 2020  |  09:38 WIB
Foto udara hutan Cikole di dekat Bandung, Indonesia, Selasa (6/11/2018). - Antara/Raisan Al Farisi
Foto udara hutan Cikole di dekat Bandung, Indonesia, Selasa (6/11/2018). - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, PARIS — Food and Agriculture Organization menyebutkan bahwa dunia telah kehilangan hampir 100 juta hektare hutan dalam 2 dekade yang  menandai penurunan yang stabil meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dari sebelumnya.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB tersebut, proporsi hutan terhadap total luas lahan turun dari 31,9 persen pada 2000 menjadi 31,2 persen pada 2020, sekarang menjadi sekitar 4,1 miliar hektare.

“Ini menandai hilangnya hampir 100 juta hektare hutan dunia," kata FAO seperti dikutip www.nst.com.my dari AFP, Rabu (16/9/2020).

Deforestasi telah melanda Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara yang sangat parah karena telah meningkat pesat dalam dekade terakhir, tetapi juga Amerika Latin dan Tengah meskipun tetap melambat.

Hutan ditebang terutama untuk pertanian atau peternakan ternak, terutama di sejumlah negara maju.

Di Asia Tenggara, hutan sekarang menutupi 47,8 persen dari daratan dibandingkan dengan 49 persen pada 2015. Di sub-Sahara Afrika, mencakup 27,8 persen dibandingkan dengan 28,7 persen pada 5 tahun lalu.

Di Indonesia hutan sekarang menutupi  50,9 persen daratan, turun dari 52,5 persen, Malaysia 58,2 persen, turun dari 59,2 persen pada 5 tahun lalu.

Sebuah negara yang sangat fokus pada pertanian seperti Pantai Gading telah mengalami penurunan hutan menjadi 8,9 persen dari total luas lahan dari 10,7 persen pada 2015. Kenya, Mali dan Rwanda sebagian besar telah bertahan terhadap hilangnya hutan.

Di Amerika Latin dan Tengah, hutan hanya mencakup 46,7 persen dari total daratan, dibandingkan dengan 47,4 persen pada 5 tahun lalu.

Di Brasil, hutan menurun menjadi 59,4 persen dari wilayah negara pada tahun 2020 dari 60,3 persen pada 2015.

Di Haiti, deforestasi terus berlanjut—turun menjadi 12,6 persen dari total luas daratan dari 13,2 persen pada 2015.

Sebaliknya, di banyak bagian di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, luas hutan telah meningkat atau tetap sama dalam 5 tahun terakhir dengan kebijakan untuk memulihkan hutan dan memungkinkan hutan berkembang secara alami.

Di China, hutan yang menutupi mencapai 23,3 persen, naik dari 22,3 persen pada 2015. Di Jepang, jumlahnya 68,4 persen, sama seperti 5 tahun lalu.

Di Prancis, hutan menutupi 31,5 persen lahan pada 2020, naik dari 30,7 persen pada 2015.

Di Italia, hutan mencakup 32,5 persen dari wilayah nasional, naik dari 31,6 persen, Inggris jumlahnya mencapai 13,2 persen, naik dari 13 persen 5 tahun lalu.

Di Kanada, tidak berubah pada 38,2 persen dan di Amerika Serikat, tidak berubah pada 33,9 persen.

Di Australia angkanya meningkat dari 17,3 menjadi 17,4 persen dan di Selandia Baru dari 37,4 persen menjadi 37,6 persen selama 5 tahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan deforestasi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top